
Presiden Prabowo Subianto mengaku sebagai news junkie yang rutin memantau berita hingga dini hari demi mengikuti perkembangan global. (YT Prabowo Subianto)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkap kebiasaannya yang tak lepas dari arus informasi global. Ia mengaku sebagai “news junkie” yang terus memantau perkembangan isu dan pemberitaan, bahkan hingga dini hari.
Pengakuan itu disampaikan dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di Hambalang, Bogor, yang rekaman videonya tayang pada Kamis (19/3).
“Ini sudah, we are news junkies. Kita ini sudah kena lah,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut muncul saat ia menjawab pertanyaan analis politik Rizal Malarangeng terkait bagaimana seorang pemimpin menjaga keseimbangan di tengah dinamika global yang cepat dan penuh tekanan, termasuk soal waktu istirahat.
Di tengah kebiasaannya mengikuti berita, Prabowo menegaskan bahwa ia tetap memprioritaskan istirahat. Namun, pola tidurnya cenderung fleksibel, kemampuan yang ia sebut terbentuk sejak berkarier di militer.
Menurutnya, ia bisa memanfaatkan berbagai situasi untuk beristirahat, bahkan di sela mobilitas tinggi.
“Saya bisa tidur di mobil, di helikopter, di pesawat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga kerap memanfaatkan jeda singkat di antara agenda untuk beristirahat selama 10 hingga 30 menit.
Namun di sisi lain, kebiasaannya sebagai “news junkie” membuat waktu istirahatnya kerap terpotong. Prabowo mengaku sering terbangun pada dini hari untuk mengikuti perkembangan global melalui platform digital, termasuk YouTube.
“Kadang saya tidur jam satu malam, tapi jam tiga sudah bangun lagi,” katanya.
Ia menjelaskan, perbedaan waktu antara Indonesia dengan kawasan Timur Tengah dan Amerika Serikat membuatnya harus menyesuaikan waktu untuk tetap mengikuti arus informasi dunia.
“Jadi saya harus ikuti apa yang terjadi. Dan itulah mungkin yang membuat saya selalu agak up to date,” jelasnya.
Menurut Prabowo, kebiasaan tersebut bukan sekadar preferensi pribadi, melainkan bagian dari tuntutan sebagai pemimpin negara. Dengan terus mengikuti perkembangan global, ia dapat merespons berbagai isu yang berpotensi berdampak pada Indonesia secara lebih cepat dan tepat.
