
Ilustrasi contraflow di Jalan Tol Jakarta Cikampek. (Istimewa)
JawaPos.com - Arus mudik melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek padat. Sejumlah rekayasa lalu lintas diberlakukan untuk mengurai kepadatan. Meski begitu, Polri mengklaim bahwa situasi masih terkendali. Tidak ada kepadatan yang berlarut di salah satu akses keluar Jakarta menuju Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) tersebut.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Jansen Avitus Panjaitan menyampaikan bahwa kepadatan kendaraan di Jalan Tol Japek terjadi akibat meningkatnya volume kendaraan selama periode arus mudik tahun ini. Sesuai dengan rencana, petugas di lapangan mengambil langkah pengendalian dengan melakukan rekayasa lalu lintas.
”Secara keseluruhan kondisi lalu lintas masih dalam keadaan terkendali dan terus dikelola oleh petugas di lapangan. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” kata Jansen kepada awak media pada Kamis (19/3).
Berdasra informasi dari PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Tol Japek hari ini memang mengalami perlambatan di beberapa titik. Itu terjadi akibat dampak dari lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan menjelang periode libur Idul Fitri dan meningkatnya mobilitas masyarakat keluar dari Jakarta.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menyampaikan bahwa seiring dengan meningkatnya volume kendaraan yang melintas, terjadi penurunan kecepatan perjalanan kendaraan di sejumlah titik. Namun demikian, dia memastikan bahwa kondisi itu tidak sampai menghentikan laju kendaraan.
”Peningkatan volume kendaraan yang signifikan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di beberapa titik, namun arus lalu lintas masih tetap bergerak dan tidak terjadi penutupan akses jalan tol,” kata dia.
Merujuk data lalu lintas JTT, dia menyatakan, ada peningkatan signifikan kendaraan yang menuju arah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. Pada Shift 3 tanggal 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 51.338 kendaraan melintas menuju arah Timur Trans Jawa, atau meningkat 421,2 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 9.850 kendaraan.
Selain tingginya volume kendaraan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh adanya beberapa gangguan kendaraan di lajur perjalanan yang terjadi di tengah intensitas lalu lintas yang tinggi. Petugas di lapangan bersama aparat kepolisian sudah melakukan penanganan dan evakuasi kendaraan secara cepat guna meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.
”Sejak peningkatan volume kendaraan terjadi, JTT bersama kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow secara terukur dan situasional guna menjaga distribusi arus kendaraan tetap berjalan. Pengaturan contraflow dilakukan secara dinamis melalui mekanisme buka-tutup sesuai diskresi Kepolisian,” terang dia.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
