Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 18.50 WIB

Prabowo Bersama Pemimpin Pakistan Akan ke Teheran untuk Redam Eskalasi Konflik Timur Tengah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, dalam acara Jimly Award 2025 di Jakarta, Rabu (15/10). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, dalam acara Jimly Award 2025 di Jakarta, Rabu (15/10). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto disebut bersama Pemimpin Pakistan akan bertolak ke Teheran, Iran dalam rangka meredam eskalasi konflik di Timur Tengah.

Rencana itu disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, usai pertemuan Prabowo bersama para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

“Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia bersama Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” kata Jimly.

Ia mengaku tidak terlalu mengingat apakah pemimpin Pakistan yang dimaksud adalah perdana menteri atau presiden. Namun, kedua pemimpin negara tersebut berencana melakukan perjalanan bersama ke Teheran.

“Lupa saya Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Yang jelas mereka akan sama-sama pergi ke Teheran,” ujarnya.

Jimly menjelaskan, berdasarkan penuturan Prabowo, pemimpin Pakistan bahkan sempat menelepon langsung Presiden beberapa jam sebelum pertemuan tersebut untuk membahas rencana lawatan itu.

“Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini. Mereka ingin pergi bersama. Itu menurut saya bagus sekali,” tutur Jimly.

Menurutnya, rencana tersebut merupakan langkah positif untuk mencegah konflik di Timur Tengah yang semakin berlarut-larut. Upaya itu juga menunjukkan bahwa gagasan Presiden Prabowo untuk mengambil peran sebagai mediator mendapat dukungan dari Pakistan.

“Walaupun mungkin peluangnya kecil, tapi harus dicoba. Intinya Indonesia ingin mengambil peran sebagai global player. Itu kita dukung,” tegas Jimly.

Lebih lanjut, Jimly menyatakan langkah tersebut bukan untuk mencampuri konflik secara negatif, melainkan untuk menurunkan eskalasi dan mencegah terjadinya serangan lanjutan.

“Jangan dianggap negatif dulu. Bukan soal mendamaikan pihak yang baru saja diserang, tetapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah kemungkinan serangan lagi dari Israel,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore