Prabowo Subianto bersama eks wapres Try Sutrisno. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra turut berduka atas wafatnya Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Indonesia, Try Sutrisno. Dia mengaku sudah mengenal almarhum cukup lama.
Menurut Yusril, kedekatannya dengan almarhum terjalin sejak 1980-an. Saat itu, Try bertugas sebagai pangdam Jaya pada 1983.
Hubungan tersebut berlanjut ketika Yusril mulai bertugas di Sekretariat Negara pada 1993, bertepatan dengan masa awal Try Sutrisno menjabat sebagai wapres.
”Pada masa itu, saya bertugas menyiapkan naskah-naskah kepresidenan, termasuk teks pidato Wakil Presiden, di bawah arahan Mensesneg Bapak Moerdiono. Sesekali saya bertemu dengan Pak Try. Beliau sangat baik, ramah, dan menghargai kami yang saat itu masih tergolong generasi muda,” kenang Yusril.
Menurut dia, Try merupakan tokoh bangsa. Dia adalah tokoh berlatar belakang militer yang sangat bersahaja, teguh memegang prinsip, dan tulus dalam pengabdian.
Kesan mendalam Yusril terhadap Try tidak hanya terlihat dalam perannya sebagai pejabat negara, melainkan juga dalam sikap pribadinya yang sederhana dan penuh keikhlasan.
Interaksi antara Yusril dan Try semakin intens dalam berbagai kesempatan. Termasuk ketika Yusril menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kala itu, SBY menugasi Yusril untuk berkomunikasi dengan Try terkait gagasan kembali ke UUD 1945 naskah asli yang disahkan pada 18 Agustus 1945.
”Beliau adalah pribadi yang ikhlas dan teguh pendirian. Dalam berbagai diskusi kebangsaan, saya melihat komitmen beliau yang kuat terhadap konstitusi dan masa depan negara. Kesederhanaan hidupnya juga sangat membekas. Saya beberapa kali berkunjung ke kediaman beliau di Menteng, dan selalu disambut dengan penuh keramahan dan kebaikan hati,” jelasnya.
Menurut Yusril, Try merupakan figur teladan yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu ditunjukkan dengan retorika besar.
Melainkan lewat konsistensi, integritas, dan kerendahan hati sepanjang hayat. Karena itu, dia dan keluarga menyampaikan duka cita mendalam.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Kemenko Kumham Imipas, saya menyampaikan doa terbaik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.
Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat (Jakpus), pada pukul 06.58 WIB.
Jenazah kemudian dimandikan di rumah sakit tersebut sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng. Nantinya jenazah akan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel).

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
