
Menteri LH Hanif Faisol ancam pidanakan pihak yang sebabkan pencemaran 20 ton pestisida di Sungai Cisadane.
JawaPos.com - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan solusi pengolahan sampah berkelanjutan di Jakarta Utara maupun DKI Jakarta.
“Optimalisasi fasilitas RDF ini penting dalam penanganan sampah berkelanjutan,” kata dia saat apel kegiatan kebersihan Gerakan Indonesia ASRI di Halaman Kantor Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Jakarta Utara, Selasa.
Ia mengatakan, wilayah Jakarta Utara (Jakut) menghasilkan lebih dari 1.300 ton sampah per hari sehingga ini perlu menjadi perhatian serius. Dia menyoroti peran strategis kepala daerah dalam pengelolaan sampah sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Menurut dia, dukungan TNI dan Polri menjadi bagian dari mandat nasional untuk mempercepat penanganan sampah di seluruh wilayah.
Ia mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI dan Polri dalam mempercepat penanganan sampah.
Hanif menegaskan bahwa gerakan kebersihan merupakan amanat langsung Presiden melalui Gerakan Indonesia Asri.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. "Ayo kita bereskan masalah sampah. Jakarta Utara menjadi barometer penanganan sampah nasional,” tegas Hanif.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar komisioning di RDF Plant Rorotan tak lebih dari 750 ton per hari untuk menghindari bau.
“Kemarin kami sudah rapat secara khusus, saya sudah minta sementara ini untuk komisioningnya tidak lebih dari 750 ton per hari dan digunakan 'dump truck' yang baru,” kata Pramono di Jakarta Barat, Selasa.
Pramono mengatakan, saat dilakukan komisioning dengan kapasitas 750 ton per hari, hal ini tidak menimbulkan bau. Namun begitu dinaikkan sampai dengan 1.000 ton per hari, sebagian kecil muncul bau dari proses pengolahan sampah tersebut.
Tak hanya itu, persoalan bau yang utama menurut Pramono adalah terkait transportasi pengangkutan sampah ke RDF Rorotan. "Karena air lindinya yang tercecer ke mana-mana,” kata Pramono.
Untuk itu, secara khusus Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup akan menambah truk kompaktor yang baru yang diproduksi tahun 2025. Pramono berharap upaya tersebut dapat mengatasi persoalan jangka pendek di RDF Rorotan.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan operasional RDF Plant Rorotan tetap berjalan secara bertahap, terukur dan terkendali, dengan memprioritaskan keselamatan serta kenyamanan warga sekitar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022