
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2). (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,3 triliun untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana alam.
Bansos ini akan dicairkan saat bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Bantuan tersebut bersifat adaptif untuk merespons kondisi kebencanaan di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, penyiapan bansos kebencanaan itu dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Salah satunya dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
“Ini bansos adaptif untuk kebencanaan, tidak hanya untuk Sumatera, tetapi juga seluruh Indonesia yang memang memerlukan bansos adaptif,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Gus Ipul menjelaskan, bansos tersebut saat ini sedang disiapkan dan diharapkan dapat segera disalurkan kepada keluarga terdampak bencana.
Pemerintah juga tengah melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data penerima manfaat agar penyaluran tepat sasaran.
“Yang pertama kita sedang siapkan dan mudah-mudahan bisa segera disalurkan. Hari-hari ini kita kembali konsolidasi data penerima manfaat,” jelasnya.
Dalam skema bansos kebencanaan tersebut, terdapat beberapa jenis bantuan yang akan diberikan.
Pertama, bantuan isian rumah dengan nilai Rp 3 juta per keluarga. Kedua, bantuan pemulihan ekonomi dalam rangka pemberdayaan sosial sebesar Rp 5 juta per keluarga.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga terdampak.
Bantuan jadup diberikan sebesar Rp 15.000 per orang per hari selama tiga bulan. “Jadi satu bulan per orang Rp 450.000, itu dikali tiga bulan. Itu yang kami lakukan,” tutur Gus Ipul.
Adapun penerima manfaat bansos kebencanaan tersebut adalah keluarga atau individu yang namanya telah ditetapkan oleh bupati, wali kota, atau gubernur setempat.
Penetapan data dilakukan secara berjenjang dan harus ditandatangani oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Dandim.
“Setelah datanya clear, baru kita salurkan. Nilainya sekitar Rp 2,3 triliun untuk tiga komponen tadi, jadup dan bantuan lainnya,” ujarnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
