
Wakil Menteri HAM (Wamen HAM) Mugiyanto Sipin. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri diduga karena tekanan ekonomi.
Anak berinisial YBR tersebut nekat mengakhiri hidupnya lantaran tidak mampu membeli alat tulis dengan harga kurang dari Rp 10 ribu.
Wakil Menteri HAM (Wamen HAM) Mugiyanto Sipin menegaskan bahwa seorang anak seharusnya tidak dihadapkan pada beban hidup yang begitu berat hingga berujung pada keputusan fatal. Menurut dia, tragedi tersebut menjadi tamparan keras bagi nurani bangsa.
“Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan dan menusuk nurani kita semua sebagai sebuah bangsa, utamanya saya sebagai Wakil Menteri HAM. Seorang anak tidak seharusnya menghadapi beban hidup sedemikian berat, sehingga mengambil keputusan fatal yang orang tua sekalipun tidak membayangkan untuk mengambilnya,” kata Mugiyanto saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (4/2).
Mugiyanto menyebut peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi pemerintah dan negara agar semakin hadir dalam kehidupan warga.
Negara, kata dia, memiliki kewajiban memastikan hak hidup yang layak bagi setiap warga negara, termasuk anak-anak.
“Ini wake up call bagi pemerintah dan negara yang seharusnya hadir di rumah-rumah setiap warga negara. Hadir untuk memastikan hak atas hidup yang layak terpenuhi,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, keluarga YBR merupakan salah satu contoh keluarga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Bocah malang itu dibesarkan oleh seorang ibu tunggal, bersama lima saudara lainnya.
Menurut Mugiyanto, kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan mendasar mengapa Presiden Prabowo Subianto menjalankan berbagai program strategis untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Program-program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan Koperasi Desa.
Tidak hanya bertujuan menghapus kemiskinan ekstrem, Presiden juga ingin masyarakat miskin naik kelas, berdaya, dan memperoleh kesempatan yang setara sebagai warga negara. "Prinsipnya, no one should be left behind," ucapnya.
Seperti halnya kasus Naila, lanjut Mugiyanto, seorang anak dari keluarga miskin di Makassar yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Ia menegaskan, peristiwa yang dialami YBR menjadi pengingat bahwa negara harus hadir lebih cepat dan lebih kuat.
Karena itu, Pemerintah sedang bekerja keras mengangkat anak-anak dari jerat kemiskinan, sekaligus memastikan tragedi serupa tidak terulang.
Dalam konteks penanganan kasus ini, kata Mugiyanto, Kementerian HAM melalui Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT telah turun langsung ke lapangan untuk mengunjungi dan mendampingi keluarga yang tengah berduka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022