Demonstran Aliansi Mahasiswa Wija to Luwu menutup Jalan Trans Sulawesi, memblokir arus lalu lintas. (istimewa)
JawaPos.com - Para demonstran yang tergabung pada Aliansi Mahasiswa Wija to Luwu tampak menutup Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Jumat (23/1) hingga Sabtu (24/1) malam. Hal ini dikarenakan belum ada kesepakatan antara pihak kepolisian dan perwakilan massa aksi mengenai pembukaan kembali jalan tersebut.
Negosiasi pun dikabarkan sedang berlangsung dengan harapan situasi bisa segera kondusif dan akses transportasi utama di wilayah Luwu Utara kembali normal.
Seperti dilihat pada akun X @neveral0nely aksi ini bertujuan menuntut realisasi pembentukan Provinsi Luwu Raya, yang mencakup Kab. Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu dan Kota Palopo. Massa pun melakukan penutupan akses jalan dengan menebang pohon, membakar ban bekas, dan memasang spanduk yang mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh dari kedua arah.
Kapolres Luwu Utara, AKBP Nugraha Pamungkas, menegaskan bahwa aparat kepolisian masih terus melakukan pendekatan persuasif kepada massa.
“Kami tetap melaksanakan negosiasi dan melayani masyarakat yang melakukan unjuk rasa terkait isu lokal,” ungkap Nugraha.
Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu dan menjadi wujud desakan warga agar pemerataan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di wilayah itu segera direalisasikan.
Adapun pemblokiran Jembatan Baliase mengakibatkan arus lalu lintas dari Kabupaten Luwu menuju Luwu Utara maupun sebaliknya lumpuh total.
Sejumlah kendaraan bertonase besar, termasuk truk pengangkut logistik dan bus antarkota, terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan yang mengular hingga beberapa kilometer.
Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Luwu Utara menurunkan sekitar 200 personel dengan dukungan Batalyon Brimob Polda Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi berkembang lebih luas.
an menegaskan pihak kepolisian akan berupaya mencari jalan keluar agar aspirasi para demonstran dapat tersalurkan tanpa mengabaikan kepentingan publik.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
