Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban pertama kecelakaan Pesawat ATR 42-500 ke RS Bhayangkara Makassar. (dok. Basarnas)
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (21/1). Hari ini, operasi SAR dimulai dengan evakuasi jenazah korban dari Kampung Lampeso menggunakan helikopter milik Basarnas. Sementara tim lain di bagi untuk menyisir beberapa titik.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar Andi Sultan menyampaikan bahwa pihaknya kembali membagi tim menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Termasuk SRU yang melaksanakan evakuasi jenazah korban berjenis kelamin laki-laki dari Kampung Lampeso menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
"Tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso," terang dia kepada awak media.
Khusus SRU 1 yang diperkuat 50 personel Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di lokasi kecelakaan pesawat. Demikian pula SRU 2 yang ditugasi menyisir area ditemukannya ekor pesawat tersebut.
Total ada 28 personel tergabung dalam SRU 2. Kemudian SRU 3 yang bergerak dari posko menuju Puncak Gunung Bulusaraung membawa peralatan vertikal dengan kekuatan 75 orang personel.
"SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 dimana ditemukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil," jelas dia.
Sebelumnya, Andi menyampaikan bahwa jenazah korban berjenis kelamin laki-laki yang berhasil dievakuasi pagi ini ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (1/18). Setelah dievakuasi dari lokasi temuan ke Kampung Lampeso pada Selasa (20/1), Tim SAR Gabungan memutuskan mengambil jenazah korban menggunakan helikopter.
"Alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360," kata dia kepada awak media.
Andi menjelaskan bahwa helikopter tersebut take off dari Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Hasanuddin Makassar pukul 07.47 WITA. Helikopter tersebut langsung terbang ke Lampeso. Di kampung tersebut, pengangkatan jenazah korban dilakukan menggunakan metode hoist dan teknik air landed. Proses tersebut berjalan dengan lancar.
"Selanjutnya, helikopter kembali mendarat di Lanud (TNI AU) Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA," ujarnya.
Dari Lanud TNI AU Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Di rumah sakit tersebut, Tim DVI sudah menunggu jenazah korban untuk diidentifikasi. Data antemortem 10 korban yang sudah berada di tangan Tim DVI akan dicocokan dengan data postmortem dari jenazah korban.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022