
Terdakwa kasus peredaran narkotika di dalam rumah tahanan (rutan) Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni lima terdakwa lain menjalankan sidang lanjutan atas kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pekan lalu, terdakwa perkara peredaran narkoba Ammar Zoni menyampaikan keterangan yang mengejutkan. Dia mengaku mengalami intimidasi dan upaya pemerasan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah oleh oknum penyidik di Polsek Cempaka Putih.
Atas keterangan tersebut, Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan bahwa anak buahnya tidak pernah melakukan hal itu. Menurut Pengky, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa penyidik yang dimaksud oleh Ammar Zoni. Dia tegas menyatakan bahwa keterangan itu tidak benar. Bahkan Paminal Polda Metro Jaya juga sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya tidak terbukti.
”Keterangan daripada penyidik, hal yang disampaikan saudara Ammar Zoni itu tidak betul. Sudah dilakukan pemeriksaan juga (oleh) Paminal Polda Metro Jaya, tidak terbukti,” jelas Kompol Pengky kepada awak media dikutip pada Kamis (15/1).
Menurut Pengky keterangan terkait dengan pemerasan Rp 300 juta sama sekali tidak benar. Dia bahkan mempersilakan bila memang perlu dilakukan pengecekan untuk memastikan bantahannya. Menurut dia, tidak pernah ada pemerasan dan tidak pernah ada aliran dana. Kalau pun ada, Paminal Polda Metro Jaya sudah pasti menemukan.
”Silakan cek rekening anggota masing-masing yang memang penyidiknya itu. Silakan saja kan dari pihak Paminal (Polda Metro Jaya) bisa cek seperti itu buktinya,” kata dia.
Pengky membuka diri bila memang harus dilakukan pemeriksaan ulang. Dia menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja sebaik mungkin demi menjaga citra Polri. Dia berani menegaskan bahwa keterangn Ammar Zoni tidak benar karena anak buahnya sudah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya dan hasilnya tidak terbukti.
”Saya tidak menutup diri. Kenapa saya berani bilang seperti ini, karena anak buah saya sudah dipanggil ke Polda, sudah dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Bukan hanya pemerasan, Pengky memastikan tidak terjadi intimidasi maupun tidak kekerasan terhadap Ammar Zoni. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Ammar Zoni berlangsung di dalam rumah tahanan (rutan). Dia yakin ada rekaman Closed Circuit Television (CCTV) jika memang terjadi intimidasi sampai kekerasan fisik. Namun, dia memastikan hal itu tidak terjadi.
Sebelumnya Ammar Zoni yang menjalani sidang di PN Jakpus pada Kamis pekan lalu (8/1) menyampaikan beberapa keterangan. Termasuk diantaranya soal upaya pemerasan yang sudah dibantah oleh Polsek Cempaka Putih. Dalam keterangannya, Ammar Zoni secara terbuka membeberkan dugaan pemerasan dan intimidasi yang dia rasakan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
