
Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) atau Kadin Jepang menyampaikan kekagumannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa)
JawaPos.com – Indonesia kini berbalik menjadi rujukan internasional dalam pelaksanaan program sosial berskala besar. Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) atau Kadin Jepang menyampaikan kekagumannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari, jumlah yang setara dengan hampir separuh populasi Jepang.
Kekaguman tersebut disampaikan saat delegasi JCCI melakukan studi banding langsung ke Indonesia untuk melihat implementasi MBG di lapangan. Delegasi meninjau SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok, dan menyaksikan secara langsung seluruh proses operasional program, mulai dari tahap memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat, termasuk Yayasan Bina Mulia.
Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menilai bahwa petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah disusun dengan baik dan memenuhi standar tinggi, bahkan hampir setara dengan sistem yang diterapkan di Jepang.
“Perbedaan utama terletak pada proses memasak. Di Jepang, suhu setiap menu wajib diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan keamanan pangan,” ujar Hayashi.
Selain memberikan apresiasi, delegasi Jepang juga menawarkan peluang kerja sama konkret, antara lain program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga serta pelatihan bagi Kepala SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari transfer of knowledge. Jepang sendiri telah menjalankan program makan siang sekolah sejak tahun 1889 atau lebih dari 137 tahun lalu, sehingga pengalamannya dinilai relevan untuk mendukung peningkatan kualitas dan keamanan pangan MBG.
Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan serta tawaran kolaborasi dari JCCI. Menurutnya, capaian MBG menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengelola program pangan bergizi dalam skala masif dan terstruktur.
“Keberhasilan MBG menunjukkan Indonesia kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas dan keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara,” kata Dian.
Kunjungan delegasi Jepang tersebut meninggalkan kesan mendalam. Para delegasi tampak terharu melihat sambutan hormat dari para siswa yang mencium tangan tamu, serta keceriaan anak-anak saat menikmati makanan bergizi gratis. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa Program MBG diterima dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
