
Komisioner Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak. (Dok. Pribadi)
JawaPos.com - Temuan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap aktivitas 12 perusahaan di Sumatera yang turut berperan menyebabkan kerusakan pasca bencana. Menurut Juru Bicara (Jubir) Satgas PKH Barita Simanjuntak, 12 perusahaan itu tersebar di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat.
Informasi itu disampaikan oleh Barita ketika diwawancarai oleh awak media di Jakarta. Dia menyampaikan bahwa sebanyak 8 perusahaan terdata beroperasi di wilayah Sumut, 2 perusahaan di wilayah Aceh, dan 2 perusahaan di wilayah Sumbar. Dia memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan akan menindak perusahaan tersebut.
”Satgas Penertiban Kawasan Hutan menemukan 12 perusahaan yang menjadi penyebab bencana dan segera diambil tindakan,” ungkap Barita dikutip pada Jumat (9/1).
Menurut Barita, sanksi yang untuk belasan perusahaan tersebut diberikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Dia memastikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut bakal menerima sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Misalnya sanksi pencabutan izin, perpanjangan izin usaha tidak diperbarui, denda administratif, dan hukuman pidana.
Adalah Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang digunakan oleh Satgas PKH untuk memproses hukum belasan perusahaan tersebut. Sanksi tegas diterapkan agar perusahaan-perusahaan itu jera dan tidak lagi melakukan pelanggaran serupa. Sebab, dampaknya sangat merugikan masyarakat dan lingkungan.
”Satgas akan melakukan koordinasi lintas instansi kementerian lembaga untuk pelaksanaan tindakan hukum,” kata dia.
Berdasar temuan Satgas PKH di lapangan, dari 12 perusahaan itu sebanyak 9 perusahaan beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS). Perusahaan-perusahaan itu terindikasi melakukan alih fungsi hutan di wilayah hulu. Menurut Barita, aktivitas tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko terjadinya bencana alam di wilayah hilir.
Khusus di Sumut, Barita menyebutkan bahwa 8 perusahaan yang diduga turut menyebabkan kerusakan pasca bencana beroperasi di ekosistem Batang Toru. Termasuk diantaranya DAS Sungai Garoga dan wilayah Langkat. Selain itu, di Sumbar ada perusahaan yang beroperasi di 3 DAS yang turut terdampak bencana alam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!
Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022