
Polri bersama BNPT mengungkap puluhan anak Indonesia terpapar kekerasan dari media sosial. Termasuk salah satunya pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengungkap fakta mengejutkan pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.
Pelaku yang masih duduk di bangku sekolah itu rupanya tergabung dalam komunitas bernama True Crime Community (TCC).
Pada komunitas yang sama juga terdeteksi keberadaan puluhan anak lainnya. Mereka terpapar konten kekerasan.
Berdasar data, sedikitnya ada 70 anak usia 11-18 tahun terpapar konten kekerasan hingga terinspirasi.
Data dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan BNPT, puluhan anak tersebut tersebar di beberapa daerah.
Rinciannya sebanyak 15 anak di Jakarta, 12 anak di Jabar, 11 anak di Jatim, 9 anak di Jateng, 3 anak di Kalsel, 2 di Bali, 2 di Sumsel, 2 di Banten, 2 di Kalbar, 2 di Kalteng, dan 2 di Sultra.
Sisanya masing-masing 1 anak di Lampung, Jogjakarta, NTT, Aceh, Sumut, Kepri, Riau, dan Sulteng.
Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan bahwa anak-anak tersebut terpapar konten kekerasan dari ruang digital, termasuk media sosial.
Persisnya pada komunitas TCC. Jika tidak ditangani, anak-anak tersebut berpotensi terpapar paham terorisme.
”Jadi, kalau dalam fase sebelum terorisme, itu akan masuk kepada ekstremisme, kemudian radikalisme, kemudian terorisme. Nah, ini adalah fase awal. Sejak dini kalau tidak ditangani dengan serius ini akan menjadi ancaman kedepannya, khususnya ancaman terorisme,” terang dia kepada awak media, Rabu (7/1).
Untuk memastikan anak-anak tersebut tidak terus terpapar konten kekerasan dan menjadi pelaku ekstrimisme, pihaknya akan melakukan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan.
Itu penting agar bibit-bibit ekstremisme itu tidak terus berkembang hingga menjadi terorisme di Indonesia.
”Tahun ini mudah-mudahan akan ditandatangani oleh bapak presiden melalui peraturan presiden,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Polri Kombespol Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa pihaknya menemukan komunitas TCC di berbagai media sosial.
Melalui grup itu disampaikan propaganda dalam bentuk video pendek, animasi, meme, hingga musik untuk menyebarkan ideologi dan paham ekstremisme.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
