Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juli 2022 | 03.21 WIB

Waspadai Gelombang Tinggi, Mulai Pesisir Selatan Sukabumi hingga Jogja

BMKG menyebut, kondisi cuaca di perairan Maluku Utara (Malut) masih ekstrem dan sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaranan, terutama pengguna kapal berukuran kecil. Abdul Fatah/Antara - Image

BMKG menyebut, kondisi cuaca di perairan Maluku Utara (Malut) masih ekstrem dan sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaranan, terutama pengguna kapal berukuran kecil. Abdul Fatah/Antara

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang sangat tinggi air laut berpotensi terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa bagian tengah, barat, dan timur. Tinggi gelombang berkisar antara 4-6 meter.

Kondisi ini bisa terjadi mulai hari ini Selasa (26/7) hingga esok hari. Wilayah perairan yang berpotensi dilanda gelombang tinggi meliputi perairan pesisir selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Jogjakarta.

Adapun kondisi yang sama juga berlaku di Samudera Hindia selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasilmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Jogjakarta.

Gelombang sangat tinggi air laut itu berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yang meliputi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal ukuran besar seperti kargo atau pesiar.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyoo mengatakan, gelombang sangat tinggi itu dipicu oleh adanya fenomena fase bulan baru dan peningkatan kecepatan angin yang konsisten hingga 46 kilometer per jam di pesisir selatan Jawa. "Fenomena fase bulan baru dan peningkatan kecepatan angin yang konsisten hingga 46 km/jam di pesisir selatan Jawa mengakibatkan gelombang tinggi mencapai 4-67 meter," ungkap Eko.

Menurutnya, ketinggian banjir pesisir berbeda di tiap wilayah. Namun, kondisi tersebut secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Diantaranya, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir dan aktivitas tambak garam serta perikanan darat. "Ketinggian banjir pesisir berbeda di tiap wilayah. Namun demikian, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir," pungkas Eko.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore