alexametrics

Menkes Bilang, masih Banyak Orang Menilai Covid-19 sebagai Aib

26 Juli 2021, 19:20:12 WIB

JawaPos.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai masih banyak masyarakat yang berpandangan bahwa Covid-19 adalah aib sehingga tidak segera melaporkan pemeriksaan atau melapor ke rumah sakit.

“Saya sedih, saya juga dapat masukan banyak yang isolasi mandiri meninggal, penyebabnya banyak, bukan hanya karena tidak diterima di rumah sakit, tapi rupanya orang yang sakit di banyak daerah masih dilihat sebagai orang yang ternoda, terhukum, orang yang tidak baik perilakunya,” kata Menkes Budi Gunadi di Kantor Presiden Jakarta, Senin (26/7).

Karena masih ada pandangan seperti itu di masyarakat maka, mereka yang terpapar Covid-19 pun enggan untuk dites. “Jadi kasihan orang-orang ini, mereka tidak mau dites, tidak mau lapor karena ada beban sosial padahal sakit Covid-19 itu bukan aib, justru kalau saudara kita sakit harus dibantu, jangan diaibkan, nanti malah tidak mau lapor, telat masuk rumah sakit dan kematian jadi tinggi,” ungkap Budi

Ia pun meminta agar masyarakat yang sudah bergejala Covid-19 maupun terpapar dari pasien Covid-19 lain agar segera lapor ke rumah sakit, puskesmas atau dokter agar dites secara cepat. “Supaya bisa tahu level keparahannya seperti apa dan ‘ditreatment’ sesuai keparahannya, mudah-mudahan dengan itu bisa mengurangi kematian,” tambah Budi.

Tingginya kasus kematian yang terjadi pada beberapa hari terakhir menurut Budi Gunadi juga mendapat atensi Presiden Jokowi. “Tingginya jumlah pasien yang wafat membuat Presiden terus memanggil saya, bagaimana caranya agar masyarakat kita itu tidak terus wafat? Saya sudah cek dengan banyak direktur rumah sakit penyebabnya telat masuk jadi saturasi (oksigennya) sudah sangat rendah,” kata Budi.

Ia pun menyarankan agar masyarakat dapat mengukur saturasi oksigen secara mandiri dengan oxymeter. “Kalau sudah di bawah 94 persen segera dibawa ke rumah sakit atau tempat isolasi terpusat. Kalau di atas 94 persen tidak usah dibawa, karena akan memenuhi rumah sakit, dibiarkan di rumah tapi yang penting ukur saturasi agar jangan sampai turun sampai 80 atau 70 sebab merasa sehat,” ungkap Budi.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads