
ROBOH: Eskavator berupaya membersihkan material Masjid Raya Kajai, Nagari Kajai, Keacmatan Talamau, Pasaman Barat, kemarin (25/2). (ROHIMUDIN/PADANG EKSPRES)
JawaPos.com – Gempa berkekuatan 6,1 SR mengejutkan warga Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar) di Sumatera Barat. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar hingga pukul 18.00 kemarin (25/2) mencatat 7 orang meninggal dan 2 orang dinyatakan hilang. Sementara itu, ribuan warga di dua kabupaten tersebut memilih mengungsi hingga situasi aman.
Kerusakan fisik juga terlihat di sejumlah bangunan di Pasaman dan Pasbar. Ratusan rumah dan sejumlah perkantoran rusak. Bahkan, di beberapa lokasi terjadi longsor. BPBD Pasaman menyebut sekitar 5.000 warga mengungsi di 35 titik. Saat ini petugas masih memerinci jumlah pasti warga yang mengungsi.
"Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, para personel organisasi maupun relawan, dan warga masih memfokuskan pada pencarian, penyelamatan, dan evakuasi serta pelayanan kepada warga terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Alim Bazar. Dari tujuh orang meninggal, lima berasal dari Pasaman.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Jumaidi menambahkan, dua orang meninggal akibat gempa tercatat di Pasbar. Lokasi yang terdampak gempa adalah Kecamatan Kinali, Talamau, dan lainnya. Longsor terjadi di Bukit Lintang dan Nagari Malampah. Warga yang luka ringan sebanyak 50 orang dan luka berat 10 orang. Jumlah bangunan rusak berat mencapai seratusan unit.
Menyikapi gempa itu, Bupati Pasbar Hamsuardi telah menetapkan masa tanggap darurat bencana alam selama 14 hari. Terhitung kemarin sampai 10 Maret.
Para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan. Warga Talamau, misalnya, membutuhkan tenda pengungsian (tenda barak dan tenda keluarga), terpal, tenaga kesehatan, dapur umum, makanan siap saji, air minum, selimut, tikar, dan family kit.
’’Pihak PMI Kabupaten Pasaman Barat bersama stakeholder sudah mendirikan pos kesehatan di Puskesmas Kajai dan Puskesmas Talu beserta dapur umum,’’ ujar Kepala Markas PMI Pasbar Rida Warsa.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto telah memerintah tim reaksi cepat (TRC) BNPB untuk melakukan kaji cepat situasi dan kebutuhan serta memberikan pendampingan penanganan darurat di Sumbar. Suharyanto dan jajaran BNPB hari ini dijadwalkan meninjau lokasi terdampak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022