Puluhan kadet muda FKM Unhan dikirim ke lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Unhan)
JawaPos.com-Universitas Pertahanan (Unhan) mengerahkan 75 orang kadet dari Fakultas Kedokteran Militer (FKM) untuk membantu penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Mereka dikirim dari Jakarta untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban terdampak bencana di 3 provinsi tersebut.
Dekan FKM Unhan Mayjen TNI Didy Surachman menyampaikan bahwa puluhan kadet yang dikirim ke lokasi terdampak bencana di Sumatera sudah melalui seluruh tahapan pendidikan klinik. Mereka tinggal menjalani ujian akhir sebelum dinyatakan tuntas menempuh studi. Karena itu, pihaknya percaya mereka dapat membantu tenaga medis di lokasi terdampak bencana.
”Sebanyak 75 koas itu sudah selesai seluruh rangkaian pendidikan kliniknya. Mereka kami berangkatkan dengan pendampingan sekitar 10 pengasuh dan pembimbing,” terang Didy.
Jenderal bintang dua TNI AD itu mengungkapkan bahwa para kadet sudah bertolak dari Jakarta ke Sumatera sejak awal Desember. Mereka dikirim ke daerah terdampak bencana melalui jalur laut menggunakan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Kapal bantu rumah sakit milik TNI AL itu dikirim sebagai rumah sakit apung.
”Kami berangkat dari Tanjung Priok menuju Sibolga. Kapal itu memang difungsikan sebagai rumah sakit terapung,” imbuhnya.
Di Sibolga, puluhan kadet FKM Unhan langsung di sebar ke beberapa titik. Diantaranya di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Persisnya di Rumah Sakit Bantuan Sibolga, GOR, Pandan, Kodim 0211/Tapanuli Tengah, SMPN 5 Sibolga, dan posko kesehatan tambahan yang sudah didirikan oleh Tim Gabungan di lapangan.
”Para kadet langsung masuk ke pos-pos yang (warganya) membutuhkan pengobatan,” ungkap Didy.
Sesuai dengan arahan, para kadet fokus pada pengobatan gratis, pemberian obat-obatan, dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan korban terdampak bencana kena atau tidak kena penyakit yang biasa muncul pasca bencana seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Dia memastikan, para kadet turut membantu memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
”Masyarakat yang butuh penjernih air bersih, kami bantu. Edukasi sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pencegah penyakit juga kami lakukan,” kata dia.
Tidak berhenti di Sibolga, para kadet FKM Unhan juga memberikan layanan kesehatan di Padang, Sumbar. Persisnya di wilayah Kabupaten Agam. Dari sana, para kadet bergerak ke wilayah Aceh. Yakni Posko Bantuan Mobile Gunung Salak, Aceh Utara, Aceh Tamiang, sampai Bener Meriah. Di lokasi tersebut, mereka kembali memberikan layanan kesehatan kepada korban terdampak bencana.
”Ini adalah bagian dari pembentukan dokter militer yang tangguh, empatik, dan siap diterjunkan kapan pun negara membutuhkan. Ini adalah pengabdian,” tegasnya. (*)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
