
Verrell Bramasta. (Instagram/@bramastavrl)
JawaPos.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Verrel Bramasta menjadi sorotan publik akibat mengenakan tactical vest saat mengecek lokasi bencana alam di Padang, Sumatera Barat. Verrel menegaskan bahwa rompi yang dikenakan bukanlah rompi anti peluru.
“Rompi tersebut bukan rompi anti-peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan. Itu merupakan hadiah dari rekan AL kepada saya. Umum Digunakan untuk peninjauan lapangan,” kata Verrel saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Jumat (5/12).
Dia menegaskan bahwa rompi taktis ini tak dilengkapi pelat balistik dan berfungsi membawa perlengkapan kebutuhan. Fungsi itulah yang dimanfaatkan sosok artis ini untuk membawa perlengkapannya.
“Saya pada saat itu membawa perlengkapan seperti air minum, uang kas untuk dibagi-bagi dan sebagai berikut,” ungkapnya.
Verrel pun menjabarkan alasan mengenakan rompi ini, salah satunya memiliki keunggulan dengan sistem kantong modullar (MOLLE) yang memudahkan untuk membawa beberapa barang sekaligus tanpa menghambat gerak.
“Saat turun di area bencana, kondisi sangat dinamis, sehingga karena tingginya mobilitas, perlu membawa perlengkapan secara praktis agar bisa cepat membantu warga dan tim di lapangan. Jadi distorsi informasi yang terjadi, dibilang anti peluru atau pelampung, salah besar,” tukasnya.
Pada update terkini, sebanyak 836 korban meninggal dunia pasca bencana alam terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Data terbaru itu diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (5/12). Selain korban meninggal dunia, sebanyak 509 korban dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa operasi pencarian yang dilakukan pada Kamis (4/12) mendapati banyak korban meninggal dunia di wilayah Aceh. Menurut data, penambahan korban di Aceh cukup signifikan.
Sepanjang operasi SAR yang berlangsung sejak pagi sampai petang kemarin, tidak kurang dari 48 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Dengan tambahan korban meninggal dunia sebanyak itu, saat ini data mencatat bahwa korban yang kehilangan nyawa paling banyak berasal dari Aceh.
”Untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa. Penambahan paling banyak atau operasi pencarian paling banyak menemukan jasad korban di Provinsi Aceh sebanyak 48 korban. Sehingga total Provinsi Aceh menjadi 325 meninggal dunia,” terang dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022