
Proses pencarian korban terdampak bencana di Batang Toru, Sumut, menggunakan anjing pelcakan K9 milik Polri. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Polri turut mengerahkan Satuan K9 Unit SAR Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri dalam operasi pencarian korban terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). Salah satu titik pengerahan anjing pelacak itu berada di bantaran Sungai Desa Huta Raja, Kabupaten Batang Toru.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan alasan instansinya mengerahkan unit satwa tersebut. Menurut dia, anjing pelacak dibutuhkan oleh Tim SAR Gabungan untuk mendeteksi lokasi korban terdampak bencana yang sudah tertimbun material longsor maupun banjir bandang.
Misalnya di bantaran Sungai Desa Huta Raja. Erdi menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan 10 personel serta 4 anjing pelacak K9 dengan spesialisasi cadaver atau pencarian jenazah. Dalam operasi yang dipimpin oleh Kompol Kadarman dan Iptu Erasmus tersebut, 4 anjing pelacak bekerja maksimal.
Erdi menyampaikan bahwa masing-masing anjing pelacak itu bernama Walet, Ari, Rubin, dan Dasa. Seluruh anjing pelacak tersebut difungsikan untuk menelusuri area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material dan hanyut terbawa arus sungai.
”Upaya pencarian dilakukan bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri atas personel Polri, warga, dan unsur terkait. Melalui sejumlah penyisiran di titik-titik rawan, K9 berhasil memberikan petunjuk penting,” imbuhnya.
Erdi mengungkapkan, di lokasi itu anjing pelacak berhasil mendeteksi 1 titik yang terindikasi kuat sebagai lokasi keberadaan korban. Setelah dilakukan penggalian oleh warga di sekitar bantaran sungai, ditemukan seorang korban perempuan dalam kondisi meninggal dunia.
”Identitas korban belum dapat dikenali karena kondisi tubuh yang rusak akibat terbawa arus. Proses evakuasi lanjutan dan identifikasi direncanakan dilaksanakan pada hari berikutnya,” imbuhnya.
Atas kerja keras unit satwa tersebut, Polri menyampaikan apresiasi. Sebab, masih banyak korban yang dinyatakan hilang. Sehingga perlu kerja keras untuk menemukan para korban. Karena itu, keberadaan unit satwa dan anjing pelacak dibutuhkan.
”Polri melalui Unit SAR K9 Ditpolsatwa Baharkam terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam membantu pencarian korban bencana. Kehadiran K9 sangat membantu menemukan titik-titik penting yang sulit dijangkau secara manual. Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan hingga proses pencarian dinyatakan selesai,” jelasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
