
Petugas memeriksa mobil listrik BYD impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Insentif mobil listrik hingga hybrid terancam tak akan diterapkan kembali pada tahun depan. Sebab, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merasa industri otomotif sudah cukup kuat sehingga tak memerlukan insentif.
Pada tahun ini sendiri, insentif kendaraan listrik dihadirkan sebagai langkah mempercepat peralihan menuju transportasi yang lebih bersih dan efisien. Beragam kebijakan fiskal disiapkan untuk menurunkan harga jual serta mendorong produsen meningkatkan kandungan lokal.
Tak hanya berlaku untuk mobil listrik murni, sejumlah keringanan juga diberikan untuk kendaraan hybrid yang menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh.
Beberapa skema insentif resmi diberlakukan untuk produsen maupun konsumen. Mulai dari keringanan PPN, pembebasan PPnBM, hingga bea masuk 0 persen untuk impor CBU, seluruh dukungan ini dirancang agar adopsi kendaraan rendah emisi dapat meningkat signifikan.
Namun, jika insentif tak jadi diterapkan pada tahun depan. Praktis semua insentif tersebut tak bisa dirasakan oleh para pelaku otomotif, bahkan harga mobil listrik hingga hybrid terancam naik.
Berikut Daftar Insentif Mobil Listrik dan Hybrid yang Berlaku Tahun Ini
1. PPN DTP Kendaraan Listrik (EV)
Pemerintah memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen untuk mobil listrik yang memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.
Sementara itu, bus listrik dengan TKDN di rentang 20-40 persen berhak atas insentif PPN DTP sebesar 5 persen.
2. PPnBM DTP untuk EV
Baik kendaraan listrik impor maupun produksi lokal mendapatkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah sebesar 15 persen, sehingga beban pajak barang mewah turun jauh dan harga kendaraan menjadi lebih kompetitif.
3. Pembebasan Bea Masuk Kendaraan Listrik CBU
Mobil listrik yang masuk ke Indonesia dalam bentuk Completely Built Up (CBU) memperoleh bea masuk 0 persen, sebuah fasilitas yang membuat proses impor lebih ringan dan menekan biaya distribusi.
4. Diskon PPnBM untuk Mobil Hybrid

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
