
Pasukan dan alutsista TNI AD berupa alat berat digerakkan di wilayah Kodam I/Bukit Barisan untuk menanggulangi dampak bencana alam di beberapa daerah. (TNI AD)
JawaPos.com - TNI AD telah mengirim pasukan untuk membantu penanggulangan bencana di beberapa daerah yang berada di Jawa dan Sumatera. Selain itu, beberapa alat berat juga dikerahkan untuk percepatan penanganan banjir dan longsor. Khusus beberapa akses yang sempat putus, Angkatan Darat juga mengupayakan perbaikan.
Sebagaimana telah disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa daerah di Jawa Tengah (Jateng), Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terdampak bencana banjir, longsor serta angin kencang. Bencana tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di beberapa daerah Indonesia.
”Di mana pun bencana, TNI pasti hadir pertama. Jadi, untuk bencana alam kalau kami bisa urutkan di Papua kan ada tanah longsor, terus kemudian Cilacap ada tanah longsor, Banjarnegara, kemudian Semeru. Tanggal 25 ada di Sumatera Barat, ada di Aceh banjir, kemudian di Sumatera Utara di Sibolga,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Infanteri Donny Pramono pada Kamis (27/11).
Berdasar data dari berbagai komando utama dan satuan di daerah, TNI AD sudah mengerahkan ribuan pasukan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) ke daerah-daerah terdampak bencana. Misalnya di Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kodam I Bukit Barisan, dan Kodam Iskandar Muda. Satuan-satuan tersebut sudah mengerahkan tim kesehatan, tim zeni, serta tim perbekalan.
”Jadi, saya rasa semuanya sudah kami respon cepat untuk masalah bencana, karena kami harus hadir untuk rakyat,” kata dia.
Pasukan zeni digerakkan berikut dengan sejumlah alat berat diantaranya untuk membantu membuka akses-akses jalan yang sempat terputus. Selain itu, TNI AD bersama instansi terkait lainnya mengupayakan membuka kembali akses komunikasi yang juga sempat putus akibat bencana yang terjadi di beberapa daerah seperti Sibolga.
”Saya rasa kalau sudah ada tim yang turun, itu kan sudah lengkap. Ada tim komunikasi juga turun, di samping ada TNI, kemudian diperbantukan ada instansi-instansi yang berkaitan dengan kebencanaan dari BPBD, kemudian kalau berhubungan dengan telekomunikasi berarti ada orang telkom yang sudah berangkat,” kata dia.
Donny memastikan bahwa pihaknya masih terus memonitor perkembangan situasi dan kondisi di daerah terdampak bencana. Bila dibutuhkan, bukan tidak mungkin kembali dikerahkan pasukan untuk membantu penanggulangan bencana tersebut. Menurut dia, mulai hari ini sudah tidak ada persoalan komunikasi antara para prajurit di lapangan dengan markas atau komando pengendalian.
”Hari ini sudah komunikasi tidak ada masalah. Nanti kami monitor,” ungkap perwira menengah dengan tiga kembang di pundak tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
