
Ketum PBNU Gus Yahya menyatakan sudah lama tidak berkomunikasi dengan Sekjennya, Gus Ipul, saat memberi keterangan pada wartawan di Surabaya, Minggu (23/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah desakan pemakzulan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), publik menyoroti isu keretakan hubungan antara Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dengan Sekjen Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.
Kiai yang akrab disapa Gus Yahya tersebut tak menampik bahwa ia sudah lama tidak berkomunikasi dengan dGus Ipul, baik bertemu langsung maupun melalui sambungan telepon.
Gus Yahya berprasangka bahwa Gus Ipul sibuk dengan aktivitasnya sebagai Menteri Sosial RI, sehingga tidak sempat menghubungi dirinya. Namun, ia mengklaim hubungannya dengan mantan Wali Kota Pasuruan itu baik-baik saja.
"Sebetulnya baik-baik saja, mungkin ya perasaan saya, sih, tetapi dia mungkin terlalu sibuk (sehingga) nggak pernah menghubungi saya," tutur Gus Yahya setelah menghadiri rakor PWNU se-Indonesia di Surabaya, Minggu (23/11).
Ketika ditanya awak media kapan terakhir kali berkomunikasi dengan Gus Ipul, kakak kandung dari Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku tidak ingat persis. "Wah, sudah lama sekali," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya mengungkapkan hasil rakor di Surabaya, di mana perwakilan PWNU se-Indonesia yang hadir tidak menghendaki dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.
"Pertama-tama mereka mengatakan tidak mau saya mundur. Mereka khawatir saya mundur. Karena mereka dulu memilih saya, mereka akan kecewa kalau saya mundur. Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur," tuturnya.
Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 dalam Muktamar NU ke-34. Artinya, ia sebenarnya masih memiliki sekitar 1 tahun untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
"Karena saya mendapatkan amanat dari Muktamar 34 yang lalu untuk 5 tahun. Akan saya jalani selama 5 tahun. Insyaallah saya sanggup. Saya tidak terbersit pikiran untuk mundur," pungkas Gus Yahya.
Sebelumnya, isu pemakzulan Gus Yahya dari jabatannya sebagai Ketum PBNU mencuat setelah Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang berlangsung di Hotel Aston City, Jakarta pada Kamis (19/11).
Dalam rapat yang dihadiri oleh 37 dari 53 Pengurus Harian Syuriyah PBNU tersebut disimpulkan bahwa Gus Yahya harus mundur atau diberhentikan. Salinan risalah rapat tersebar luas di media sosial.
Risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memuat lima poin. Pada poin terakhir, ditegaskan bahwa Gus Yahya diwajibkan mundur dari jabatan ketum PBNU segera dalam tiga hari.
”Jika dalam waktu 3 hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” bunyi risalah rapat tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
