
Kondisi kamar asrama siswa di SRMP 11 Bandung Barat, salah satu sekolah rakyat. (Tazkia Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merenovasi sebanyak 20 titik di berbagai kabupaten/kota untuk menjadi tempat pendidikan Sekolah Rakyat sementara yang merupakan salah satu nawacita Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu renovasi yang telah dilakukan adalah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat yang mulanya merupakan aset milik Kementerian Sosial.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, SRMP ini memiliki bangunan yang cukup lengkap untuk sekolah berkonsep asrama.
Meski baru tersedia untuk satu angkatan, sejumlah asrama yang dikategorikan untuk siswa, siswi, hingga guru tampak bersih.
Tak hanya itu, ruangan kelas juga tampak modern dengan perangkat pengajaran menggunakan smart TV. Fasilitas pembelajaran seperti ruangan laboratorium juga sudah disediakan beserta lapangan untuk siswa berolahraga.
Di sisi lain, dapur, ruang makan, hingga kamar mandi pun sudah turut direnovasi untuk semua murid yang tidur di asrama.
Di SRMP 11, renovasi dilakukan dengan menyesuaikan ruangan yang ada. Sehingga dalam satu ruangan, ada hingga 40 siswa yang menempati dengan puluhan ranjang tingkat yang berjejer.
Tomi Hendratno mengatakan, renovasi Sekolah Rakyat Tahap I ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan dasar dan menengah, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
"Melalui dukungan infrastruktur yang lebih layak dan aman, sekolah rakyat diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini," kata Tomi kepada wartawan, Kamis (13/11).
Ia menuturkan, dalam renovasi Tahap I ini, Kementerian PU pengerjaan berlangsung hanya dalam waktu satu bulan, dan hanya menyesuaikan dengan ruangan yang ada tanpa membangun baru. "Jadi kami di tahap ini hanya merenovasi ruangan yang ada," tegasnya.
Sebab, Tomi menyebut bahwa lokasi Sekolah Rakyat di Tahap I ini hanya akan ditinggali para siswa sementara. "Nanti kalau pembangunan yang Tahap II selesai, semua ini pindah," pungkasnya.
Untuk diketahui, renovasi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 11 Bandung Barat ini dibiayai APBN Tahun 2025 dengan memanfaatkan bangunan eksisting Sentra Wyata Guna milik Kementerian Sosial.
Sekolah ini kini menampung 100 siswa, terdiri dari 56 siswa laki-laki dan 44 siswi perempuan, dengan 33 tenaga pendidik dan staf serta 4 rombongan belajar (rombel).
Dukungan infrastruktur telah dilakukan Kementerian PU. Seperti renovasi ruang kelas, asrama putra putri, ruang makan, laboratorium dan ruangan lainnya.
Selain itu, juga dilakukan pengadaan meubelair berupa 50 kasur siswa, 24 kasur guru, 319 kursi, 175 meja siswa, serta 92 kipas angin untuk menunjang kenyamanan belajar dan beraktivitas.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
