
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh bangsa yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9).(Ist)
JawaPos.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik langkah pemerintah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pemberdayaan pesantren.
Menurut Puan, Hari Santri 2025 menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali peran santri dan pesantren sebagai penjaga moral bangsa sekaligus penggerak kemajuan peradaban Indonesia di era modern.
"Persetujuan Presiden atas pembentukan Ditjen Pesantren merupakan kado istimewa bagi seluruh santri di Hari Santri Nasional tahun ini,” kata Puan kepada wartawan, Rabu (22/10).
Tema Hari Santri Nasional 2025 yang mengangkat 'Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia’, sangat relevan dengan tantangan zaman yang dihadapi bangsa saat ini.
Ia berharap para santri mampu mengawal pembangunan nasional dengan ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat inovasi. “Santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga aktor penting dalam sejarah masa depan bangsa,” tegasnya.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui pembentukan Ditjen Pesantren di Kementerian Agama.
Sebab, kehadiran Ditjen Pesantren akan membuka peluang besar bagi penguatan pesantren secara kelembagaan dan strategis.
Menurut dia, peran pesantren tidak hanya penting dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam bidang ekonomi umat, literasi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia santri.
“Ditjen Pesantren akan menjadi wadah untuk memperluas kiprah pesantren dalam pembangunan nasional,” tutur politikus PDIP itu.
Lebih lanjut, Puan juga berharap pembentukan Ditjen Pesantren dapat memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan kapasitas santri.
Sekaligus menjadikan pesantren sebagai pilar pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
“Saya berharap keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat tata kelola pendidikan pesantren dan memastikan peningkatan kualitas santri secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
