Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 23.38 WIB

Pusat Radiasi Cesium-137 di Cikande Bertambah, Sembilan Pekerja Positif Terpapar

Pengawasan Pelaksanaan Penanganan Kontaminasi Cesium 137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande. (Humas Bapeten) - Image

Pengawasan Pelaksanaan Penanganan Kontaminasi Cesium 137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande. (Humas Bapeten)

JAKARTA - Paparan radiasi Cesium-137 di kawasan industri modern Cikande, Banten semakin serius. Jumlah titik atau pusat radiasinya bertambah. Kemudian sejumlah pegawai di sana dinyatakan terpapar zat radioaktif berbahaya tersebut.

Untuk menangani kasus tersebut, Pemerintah membentuk satuan tugas khusus. Komandonya berada di bawah Menko Pangan Zulkifli Hasa. Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup (Men-LH) Hanif Faisol Nurofiq menjadi ketua hariannya.

Ditemui di Jakarta (1/10) Hanif menyampaikan perkembangan penanganan cemaran radioaktif Cesium-137 di Cikande. Dia mengatakan kasus di Cikande itu ditetapkan sebagai Status Keadaan Khusus. Penanganan keroyokan. Selain Kemen-LH juga ada BRIN, Bapeten, Gegana Brimob, Kemenkes, dan lainnya.

Untuk keamanan kawasan Cikande, sementara dipasang alat detektor radiasi nuklir. "Ada sembilan alat detektor portabel yang sudah dipasang," tuturnya. Selain itu juga dibangun radiation portal monitoring (RPM). Kemudian kepada pengelola kawasan industri Cikande juga harus ikut bertanggungjawab.

Hanif mengatakan saat ini masih terus dilakukan pemetaan serius. Dalam perkembangannya tim di lapangan menemukan titik pusat Radiasi baru. "Pertama ada enam titik. Sekarang menjadi 10 titik," jelasnya.

Selain terus melakukan penyisiran, tim di lapangan juga melakukan dekontaminasi. Kemudian juga upaya remidiasi serta pemulihan kesehatan masyarakat. Dalam perkembangannya ada sembilan pekerja di Cikande yang positif terpapar radiasi Cesium-137. Upaya pengobatannya sudah dijalankan. Obatnya didatangkan khusus dari Singapura.

Hanif mengatakan untuk barang-barang yang terkontaminasi Cesium-137 akan dilakukan dekontaminasi. Kemudian disimpan sementara di Metal Indo Technology. Pemerintah berencana membangun tempat penyimpanan permanen sesuai standar Badan Atom Dunia. Upaya ini penting karena usia paruh Cesium-137 mencapai 30 tahun.

Setelah berjalan 30 tahun, kandungan Cesium -137 berkurang separuh. Kemudian berubah menjadi Barium-137. Jenis Cesium yang memiliki waktu paruh sangat lama adalah adalah Cesium-135. Dengan masa paruh mencapai 2,5 juta tahun.

Hanif menegaskan kasus Cesium-137 di Cikande itu ditangani serius oleh pemerintah. Khususnya terkait dengan keselamatan umat manusia. Termasuk juga dari sisi perdagangan internasional. Karena kasus ini mencuat dari laporan badan pengawas makanan AS terhadap udang beku dari Indonesia yang diolah di Cikande. Udang beku itu ditarik dari pasaran di AS, karena ada kontaminasi Cesium-137.

Produk Cengkeh Juga Terpapar Cesium-137

Dalam perkembangannya ternyata bukan hanya produk udang beku Indonesia yang terpapar Cesium-137 di AS. Dalam laporan terbaru, produk cengkeh Indonesia juga diduga terpapar Cesium-137.

Hanif belum banyak komentar soal cengkeh terpapar radiasi Cesium-137 itu. Dia mengatakan tim sudah melakukan inspeksi ke lokasi pengolahan cengkeh itu. "Saya lupa namanya. Daerah Surabaya," kata Hanif.

Dia menjelaskan tim yang turun didampingi dari Gegana Brimob Polri. Seperti diketahui di Brimob ada unit khusus yang membidangi urusan radiasi zat radioaktif. Unit ini bernama Tim Teknisi Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Brimob. "Mereka punya tenaga ahli nuklir dari beberapa perguruan tinggi, yang kemudian direkrut jadi anggota polisi," jelas Hanif. (wan)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore