Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 13.35 WIB

Menpar Widiyanti Akhirnya Buka Suara Soal Isu Mandi Air Galon: Itu Hanya Karangan

Widiyanti Putri Wardhana ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata di Kabinet Prabowo-Gibran, Senin (21/10). (ANTARA) - Image

Widiyanti Putri Wardhana ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata di Kabinet Prabowo-Gibran, Senin (21/10). (ANTARA)

JawaPos.com-Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana akhirnya angkat bicara terkait isu liar yang menyebut dirinya kerap mandi menggunakan air galon saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Isu tersebut dia bantah dalam podcast Helmy Yahya Bicara yang tayang Kamis (25/9). Widiyanti mengatakan, setiap hotel pasti memiliki fasilitas air bersih yang bisa digunakan. Sehingga tidak memerlukan air galon. 

Baginya, rumor tersebut bukan hanya tidak benar, tapi juga merugikan dunia perhotelan Indonesia.

“Bagi saya, isu itu bukan pada diri saya terganggunya. Karena saya melihat kalau ada isu harus mandi air galon berarti hotel-hotel di Indonesia tidak air bersih dong,” ujar Widiyanti.

“Jadi itu mencoreng hotel-hotel di Indonesia menurut saya,” tambah dia.

Secara tegas, Widiyanti menepis rumor dirinya mandi dengan air galon dan menyebutnya sebagai karangan semata.

"Jadi saya mesti meluruskan bahwa tidak ada tuh saya mandi pakai air galon, itu hanya karangan saja," tegas Widiyanti.

Bantah Isu Merepotkan dan Pembatalan Acara

Widiyanti juga meluruskan kabar miring lainnya yang sempat mencuat ke publik termasuk tudingan bahwa dirinya sering merepotkan panitia dan membatalkan acara secara mendadak.

Menpar Widiyanti dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya suka membuat repot saat kunjungan kerja. "Dari mana merepotkan? saya tuh paling jarang merepotkan sebenarnya," ujar Widiyanti.

Dia juga menegaskan, dirinya bahkan tidak menggunakan fasilitas negara dalam perjalanan dinas. "Kalau dari booking hotel, biasanya kami melakukan sendiri. Kan saya punya karyawan yang lama dari kantor," ujar Widiyanti.

Terkait kabar dirinya sering membatalkan acara, Widiyanti menyebut hal itu terjadi di luar kendalinya. Terutama jika ia mendapat panggilan mendadak dari Presiden Prabowo atau DPR.

"Tidak pernah sih sebenarnya (membatalkan acara), kecuali kalau saya dipanggil presiden dan DPR, memang dalam kementerian ini kita selalu dipanggilnya mendadak sehari sebelumnya," jelas Widiyanti.

"Kunjungan kerja daerah itu kami kan biasanya membuat planning jauh-jauh hari, tapi ya apa boleh buat kalau H-1 itu dapat undangan, kita harus batalkan," lanjut dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore