Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 20.44 WIB

Program MBG Hadirkan Gizi Seimbang untuk Siswa, Orang Tua SDN Peninggilan 6 Kota Tangerang Merasa Terbantu

SDN Peninggilan 6, Ciledug, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

SDN Peninggilan 6, Ciledug, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com – Suasana ceria tampak mewarnai halaman SDN Peninggilan 6 Kota Tangerang, Provinsi Banten pagi itu. Derap langkah siswa-siswi berlarian menuju kelas setelah menikmati sarapan bersama. Aroma sayur dan lauk pauk yang masih tercium dari wadah makan menambah semangat pagi mereka.

Di antara keramaian, Novi, salah satu wali murid, terlihat tersenyum lega. Putrinya Alivia yang duduk di kelas 6, kini tak lagi repot membawa bekal dari rumah. Sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan gizi putrinya sudah terpenuhi di sekolah.

“Bagus. Kalau menurut saya gizi seimbang ya, karena di situ sudah ada karbohidratnya, serat sayur, dan protein hewani nabatinya udah masuk,” ujarnya kepada Jawapos.com, Selasa (15/9).

Bagi Novi, program MBG bukan hanya mendukung kesehatan anak, tetapi juga meringankan beban orang tua. “Ya kalau dibilang hemat uang jajan anak sekolah iya hemat. Juga waktu ya. Biasanya nyiapin bekal, jadi enggak. Karena udah dapat MBG,” tambahnya. Ia juga merasakan perubahan pada putrinya yang kini lebih fokus belajar di kelas. “Makin meningkat,” singkatnya. Novi pun berharap program ini bisa terus berjalan dan semakin lancar ke depannya.

Di balik lancarnya penyediaan makanan bergizi di sekolah-sekolah, ada peran penting Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parung Serab, Ciledug. Kepala SPPG Parung Serab, Rayhan Imam, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini melayani sekitar 2.800 porsi setiap hari untuk delapan sekolah, yang terdiri dari lima SD dan tiga TK. “Untuk SPPG Parung Serab ini target kita di 3.500-an,” katanya.

Namun, Rayhan tidak menampik adanya sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program. Meski ada beberapa kendala keterlambatan pengiriman, pihaknya segera melakukan evaluasi.

SDN Peninggilan 6, Ciledug, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

"Berevaluasi segera seperti menentukan menu, mengatur waktu kerja, karena kegagalan-kegagalan yang kami temui di lapangan menjadi landasan kami untuk terus mengoptimalisasikan kerja kami,” ungkapnya.

Untuk menjamin kualitas, lanjut Rayhan, setiap menu yang disajikan sudah melalui standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). “Tentunya kami memiliki ahli gizi, dan kita memiliki SOP Badan Gizi Nasional yang harus diikuti,” tegasnya.

Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan SPPG, program MBG diharapkan tidak hanya menjadi sekadar rutinitas makan bersama, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas belajar anak-anak.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen membantu memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore