Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 23.18 WIB

Sisi Menarik Menko Polkam Djamari Chaniago, Pernah jadi Pengasuh, Komandan, hingga Ikut Rekomendasikan Pemberhentian Prabowo dari TNI

Presiden Prabowo Subianto melantik Erick Thohir sebagai Menpora dan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam. (Tangkapan layar). - Image

Presiden Prabowo Subianto melantik Erick Thohir sebagai Menpora dan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam. (Tangkapan layar).

JawaPos.com - Hubungan antara Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dengan Presiden Prabowo Subianto sudah terjalin lama. Bahkan sejak Prabowo masih ditempa di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Djamari adalah senior Prabowo, dia lulusan Akabri 1971. Banyak hal menarik dalam relasi Djamari dengan Prabowo. 

Peneliti Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline menyampaikan bahwa Djamari adalah sekretaris Dewan Kehormatan Perwira yang memberikan rekomendasi pemecatan Prabowo pada 1998. Padahal karir Prabowo di militer saat itu sangat baik. Dia sudah menduduki jabatan panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan pangkat letjen TNI. 

Meski begitu, cerita masa lalu tersebut tidak membuat Prabowo lupa bahwa Djamari juga pernah menjadi seniornya. Edna menyatakan bahwa senioritas adalah salah satu pertimbangan Prabowo menunjuk Djamari. Tujuannya agar dia lebih leluasa memimpin kementerian yang diisi oleh purnawirawan jenderal dan jenderal TNI-Polri. 

"Perlu diingat, Prabowo sejatinya masuk Akabri tahun 1973, seangkatan dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Dia lalu tinggal kelas dan bergabung dengan Akabri 1974, seangkatan dengan Sjafrie Sjamsoeddin. Di sinilah terjadi kedekatan karena Djamari yang merupakan letting 1971 adalah pengasuh letting 1974, yang berarti dia memiliki kedekatan personal dengan Prabowo dan Sjafrie," kata Edna. 

Tidak hanya itu, Edna mencatat bahwa Djamari pernah menjadi komandan Prabowo saat mereka masih sama-sama di Akabri. Setelah reformasi dan tidak lagi menjadi tentara aktif, Djamari bergabung ke Partai Gerindra. Keputusan tersebut menunjukkan rekonsiliasi Prabowo dengan Djamari sudah terjadi sejak lama. Sehingga tidak heran bila kini Prabowo memilihnya menjadi menko polkam

"Djamari juga memiliki pengalaman politik 1997-1998 sebagai anggota MPR. Namun, setelah itu dia cenderung lebih banyak di bisnis," lanjut Edna. 

Selain itu, keberadaan Djamari di Kabinet Merah Putih sebagai menko polkam menegaskan kembali bahwa Prabowo sangat percaya pada circle purnawirawan TNI. Di samping Sjafrie Sjamsoeddin yang mendapat kepercayaan sebagai menteri pertahanan (menhan), kini ada sosok yang lebih senior lagi. Yakni Djamari Chaniago

"Merujuk pada circle polkam di mana Prabowo, Djamari, dan Sjafrie merupakan teman-teman lama, bisa diduga tidak ada suara yang berbeda dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait polkam. Tidak saja ketiganya berasal dari kalangan militer, tetapi juga berasal dari angkatan 70-an yang kurang lebih punya mindset dan budaya dari masa itu," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore