
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dituding mengundang tokoh pro Israel Prof. Dr. Ronit Ricci dari Jerusalem University. (Instagram @indonesiasjp)
JawaPos.com – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) membantah kabar yang menyebut mereka lagi-lagi mengundang pembicara pro-Israel dalam forum ilmiah di UI.
Tepatnya, FIB UI membantah ikut terlibat dalam penyelenggaraan Simposium Pernaskahan Nusantara XX dan Musyawarah Nasional Manassa VIII yang mengundang nama Prof. Dr. Ronit Ricci dari Jerusalem University sebagai pembicara utama.
Kehadiran nama akademisi asal Israel itu memicu sorotan publik hingga viral di media sosial lantaran sebelumnya UI juga sempat mengundang tokoh pro-Israel, Peter Berkowitz.
FIB UI melalui keterangan resmi bernomor PENG-5020/UN2.F7.D/HM.01/2025 menegaskan tidak memiliki afiliasi maupun keterlibatan dengan kegiatan tersebut dan hanya dicatut logonya.
Acara yang mengangkat tema “Naskah Nusantara: Ingatan Kolektif dan Masa Depan Filologi Indonesia” diketahui diselenggarakan oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI pada 15–17 Oktober 2025, dan mencantumkan logo Universitas Indonesia.
“FIB UI tidak memiliki keterlibatan atau afiliasi dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Manassa dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pimpinan FIB UI tidak pernah menerima permohonan izin penyelenggaraan kegiatan tersebut di lingkungan FIB UI,” tulis surat yang ditandatangani Dekan FIB UI Dr. Bondan Kanumoyoso itu.
FIB UI juga memastikan tidak ikut dalam pengorganisasian acara, termasuk penyusunan susunan kegiatan maupun pemilihan narasumber.
Pihaknya menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai akademik sekaligus nilai kemanusiaan dalam setiap kegiatan ilmiah dan kebudayaan.
Sebagai bagian dari Universitas Indonesia, FIB UI menekankan sikap netral, independen, dan bermartabat dalam menghadapi isu global, termasuk konflik Israel–Palestina.
Pihak fakultas UI itu menegaskan rasa simpati serta solidaritas kepada korban sipil, dan menolak segala bentuk penjajahan serta kekerasan.
“FIB UI akan terus konsisten mengembangkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kemanusiaan, serta memastikan kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus sesuai dengan prinsip akademik, etika, dan tata kelola yang berlaku di Universitas Indonesia,” tegas pernyataan resmi tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
