
Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri acara nikah massal bertajuk Nikah Fest di Masjid Istiqlal yang diikuti 100 pasangan, Kamis (4/9/2025). (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Kemenag tengah berupaya menekan fenomena pasangan suami-istri yang tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan yang sah.
Caranya dengan rutin menggelar pernikahan massal secara gratis dua bulan sekali. Selain di Jakarta, program ini juga akan diterapkan di berbagai daerah.
Sejak Juni lalu, Kemenag menggelar nikah massal yang dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta. Pada 26 Juni lalu, sebanyak 100 pasangan ikut program nikah massal. Kemudian, program serupa bertajuk Nikah Fest dengan 100 pasangan, diselenggarakan pada Kamis (4/9).
Menag Nasaruddin Umar mengatakan, tak hanya di Indonesia, Kemenag juga memfasilitasi nikah gratis bagi WNI yang ada di Taiwan. Saat itu, nikah gratis tersebut diikuti 87 pasangan.
"Akan menyusul nanti Hongkong, Malaysia, Saudi Arabia, dan di negara-negara yang besar umat warga Indonesianya," katanya usai mengikuti akad nikah serentak 100 pasangan di Istiqlal, Kamis (4/9).
Nasaruddin mengatakan, pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak dipungut biaya jika dilakukan pada jam dan hari kerja.
Selain itu, pencatatan nikah di luar KUA juga sejatinya tidak mahal. Jadi sesungguhnya biaya pernikahan itu terjangkau, bahkan gratis.
Namun, dia tidak memungkiri bahwa ada biaya mahal yang kerap harus dikeluarkan oleh apsangan, yakni bila menyelenggarakan resepsi atau pesta nikah.
"Bayangkan teman-teman, kalau orang kawin normalnya itu mungkin paling sedikit adalah Rp 100 juta yang harus dikeluarkan, ya kan," katanya.
Nominal tersebut tentu sangat memberatkan untuk sebagian masyarakat, khususnya mempelai. Maka program nikah massal dan gratis menurut dia jadi upaya yang tepat.
"Setiap 2 bulan Kementerian Agama melakukan perkawinan masal (gratis) seperti ini di Istiqlal," katanya. Kemudian nantinya diikuti juga di sejumlah provinsi dan kabupaten.
Program seperti ini diyakini akan sangat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk melegalkan hubungan sesuai aturan agama dan negara.
Nasaruddin mengatakan, lewat nikah massal itu, negara berupaya hadir di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan, selama ini banyak ingin menikah, tetapi terhambat dengan biaya. Sementara lewat nikah massal bertajuk Nikah Fest itu, semuanya gratis.
Nasaruddin mengatakan, lewat layanan nikah massal, tidak ada biaya penghulu. Bahkan keperluan untuk mahar atau mas kawin disiapkan oleh pemerintah.
Kemudian setiap pasangan disewakan hotel gratis untuk malam pertama sekaligus diberi edukasi terkait membina keluarga. Selain itu setiap pasangan diberi uang Rp 2 juta untuk modal usaha.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
