Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 21.22 WIB

Siasati Biaya Mahal Resepsi Pernikahan, Kemenag Mau Gelar Nikah Massal Gratis Tiap 2 Bulan, yang Penting Sah!

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri acara nikah massal bertajuk Nikah Fest di Masjid Istiqlal yang diikuti 100 pasangan, Kamis (4/9/2025). (Humas Kemenag) - Image

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri acara nikah massal bertajuk Nikah Fest di Masjid Istiqlal yang diikuti 100 pasangan, Kamis (4/9/2025). (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Kemenag tengah berupaya menekan fenomena pasangan suami-istri yang tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan yang sah.

Caranya dengan rutin menggelar pernikahan massal secara gratis dua bulan sekali. Selain di Jakarta, program ini juga akan diterapkan di berbagai daerah. 

Sejak Juni lalu, Kemenag menggelar nikah massal yang dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta. Pada 26 Juni lalu, sebanyak 100 pasangan ikut program nikah massal. Kemudian, program serupa bertajuk Nikah Fest dengan 100 pasangan, diselenggarakan pada Kamis (4/9). 

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, tak hanya di Indonesia, Kemenag juga memfasilitasi nikah gratis bagi WNI yang ada di Taiwan. Saat itu, nikah gratis tersebut diikuti 87 pasangan.

"Akan menyusul nanti Hongkong, Malaysia, Saudi Arabia, dan di negara-negara yang besar umat warga Indonesianya," katanya usai mengikuti akad nikah serentak 100 pasangan di Istiqlal, Kamis (4/9). 

Nasaruddin mengatakan, pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak dipungut biaya jika dilakukan pada jam dan hari kerja.

Selain itu, pencatatan nikah di luar KUA juga sejatinya tidak mahal. Jadi sesungguhnya biaya pernikahan itu terjangkau, bahkan gratis. 

Namun, dia tidak memungkiri bahwa ada biaya mahal yang kerap harus dikeluarkan oleh apsangan, yakni bila menyelenggarakan resepsi atau pesta nikah.

"Bayangkan teman-teman, kalau orang kawin normalnya itu mungkin paling sedikit adalah Rp 100 juta yang harus dikeluarkan, ya kan," katanya.

Nominal tersebut tentu sangat memberatkan untuk sebagian masyarakat, khususnya mempelai. Maka program nikah massal dan gratis menurut dia jadi upaya yang tepat.

"Setiap 2 bulan Kementerian Agama melakukan perkawinan masal (gratis) seperti ini di Istiqlal," katanya. Kemudian nantinya diikuti juga di sejumlah provinsi dan kabupaten. 

Program seperti ini diyakini akan sangat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk melegalkan hubungan sesuai aturan agama dan negara. 

Nasaruddin mengatakan, lewat nikah massal itu, negara berupaya hadir di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan, selama ini banyak ingin menikah, tetapi terhambat dengan biaya. Sementara lewat nikah massal bertajuk Nikah Fest itu, semuanya gratis. 

Nikahnya Gratis, Maharnya Disiapkan Pemerintah

Nasaruddin mengatakan, lewat layanan nikah massal, tidak ada biaya penghulu. Bahkan keperluan untuk mahar atau mas kawin disiapkan oleh pemerintah.

Kemudian setiap pasangan disewakan hotel gratis untuk malam pertama sekaligus diberi edukasi terkait membina keluarga. Selain itu setiap pasangan diberi uang Rp 2 juta untuk modal usaha.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore