Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 17.52 WIB

Kapolri ke Markas Brimob Kwitang: Pertahankan Markas, Tapi Tetap Bedakan Pendemo dan Perusuh

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi Mako Brimob Kwitang. (Mabes Polri) - Image

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi Mako Brimob Kwitang. (Mabes Polri)

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan langsung ke Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (1/9). Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan moral sekaligus motivasi kepada jajaran Brimob yang selama beberapa hari terakhir menghadapi situasi menantang di tengah aksi kerusuhan.

Dalam lawatannya, Kapolri tidak sendiri. Ia didampingi Wakapolri, Dankorbrimob Polri, Kadiv Propam Polri, serta Kapolda Metro Jaya. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata perhatian pimpinan Polri terhadap personel yang berada di garis depan.

Jenderal Sigit menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Brimob atas kesigapan dan loyalitas menjaga markas mereka. Ia menyadari bahwa dalam empat hari terakhir, para personel harus tetap waspada di tengah situasi yang tidak mudah.

“Saya ucapkan terima kasih, dalam waktu empat hari tetap berjuang mempertahankan markas, meskipun menghadapi berbagai macam aksi rusuh. Saya bangga rekan-rekan bisa mempertahankan markas kebanggaan ini,” ujar Kapolri.

Meski memberikan dukungan penuh, Kapolri tetap menegaskan prinsip Polri dalam menjunjung tinggi hak konstitusional masyarakat, khususnya kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan bahwa aksi kekerasan bukanlah bagian dari hak tersebut.

“Yang terjadi kemarin bukan menyampaikan pendapat, karena tidak ada orasi, mereka datang langsung menyerang, membakar, menjarah. Saya anggap itu pelanggaran pidana, karena telah membakar, menjarah hingga menyebabkan beberapa orang terluka,” tegasnya.

Dalam arahannya, Jenderal Sigit meminta personel Brimob untuk tetap siaga dan mempertahankan markas dengan sepenuh hati. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan kekuatan yang sesuai prosedur, dari tindakan verbal hingga opsi kekuatan terakhir dalam kondisi yang sangat darurat.

“Pertahankan markas kalian dengan sebaik-baiknya. Haram hukumnya markas sampai jebol,” kata Kapolri dengan nada serius.

Ia juga mengingatkan pentingnya membedakan antara pengunjuk rasa yang menyampaikan aspirasi secara sah dan kelompok perusuh yang bertindak anarkis. Menurutnya, hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap dijamin dan harus dihormati, tapi terhadap tindakan kekerasan tidak ada ruang toleransi.

Menutup kunjungannya, Kapolri kembali memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran Brimob atas dedikasi dan loyalitas mereka. Ia mengajak semua personel untuk tetap bersemangat dan menjaga komunikasi dengan keluarga di tengah tugas yang berat.

“Jadi jangan ragu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih, terus semangat, Brigade! Salam untuk keluarga,” tutup Kapolri.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore