Nafa Urbach jadi salah satu anggota DPR yang dinonaktifkan oleh partai yang menaunginya, karena kata-katanya dinilai nirempati dan menyulut kegaduhan di masyarakat. (Abdul Rahman/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gelombang demonstrasi di Indonesia belum juga mereda. Tentunya, gelombang ini disebabkan oleh komentar beberapa pejabat yang menyulut api masyarakat.
Beberapa anggota DPR ini pun dituding sebagai penyebab kemarahan masyarakat melalui tindakan-tindakannya, dari Eko Patrio yang merespons nirempati gaji anggota DPR RI Rp 3 juta per bulan dengan joget-joget hingga Adies Kadir yang mengungkapkan anggota DPR RI masih harus nombok meski menerima tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan.
Hingga berita ini ditulis, beberapa dari mereka yang diduga pembuat onar telah dinonaktifkan dari kursi aktif anggota DPR RI, siapa saja mereka?
1. Ahmad Sahroni
Nama pertama adalah Ahmad Sahroni. Dirinya resmi dinonaktifkan oleh Fraksi Partai Nasdem dari kursi anggotanya. Sahroni sendiri duduk sebagai anggota Komisi I DPR RI setelah jabatannya sempat diturunkan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Satu hal yang menyulut amarah masyarakat adalah perkataan tolol bagi massa demonstrasi yang ingin membubarkan DPR. Amarah masyarakat pun turut membuat rumah dari Sahroni yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa.
Namun, pria yang kerap dijuluki sebagai crazy rich Tanjung Priok itu dan keluarganya tidak berada di rumah, lantaran dikabarkan kabur ke luar negeri.
2. Nafa Urbach
Nafa Urbach yang sempat duduk di Komisi IX DPR RI juga turut dinonaktifkan sebagai bagian dari fraksi Partai Nasdem. Nafa sempat melontarkan kewajaran, jika Anggota DPR mendapat tunjangan rumah Rp 50 juta. Terlebih, dia mengeluhkan kemacetan jika memaksakan berangkat dari rumahnya di Bintaro ke Senayan.
Alhasil, rumah Nafa turut menjadi sasaran penjarahan. Meskipun dirinya akhirnya menyampaikan permohonan maaf.
Permohonan maaf Nafa ini diunggah sekitar pukul 23.00 WIB pada Sabtu (30/8), setelah rumah dua rekannya di Senayan, Ahmad Sahroni dan Eko Patrio terlebih dahulu jadi sasaran amukan massa.
3. Uya Kuya
Uya Kuya yang menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI turut dinonaktifkan dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) buntut respons nirempatinya. Dirinya tampak berjoget usai penutupan sidang tahunan di samping kondisi ekonomi masyarakat yang masih tak menentu.
Rumah Uya Kuya yang berada di Duren Sawit, Jakarta Timur, juga tak luput dari sasaran penjarahan massa. Insiden itu membuat rumah bercat putih dua lantai tersebut hancur berantakan. Tak hanya barang berharga yang raib, bahkan kucing peliharaan kesayangan Uya juga ikut hilang. Meski begitu, Uya Kuya akhirnya turut melontarkan permohonan maaf.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
