
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.
JawaPos.com - Aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah di Tanah Air berujung terjadinya kekerasan dengan menghancurkan fasilitas publik. Hal ini menjadi perhatian serius dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu menyampaikan pernyataan agar semua pihak, termasuk peserta aksi demo, untuk menghentikan melakukan segala bentuk tindakan kekerasan dan tindakan anarki, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
"Semua pihak hendaknya menahan diri dan menghentikan semua bentuk tindak kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, kemarahan, emosi, harus dapat dihentikan dengan melihat kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi sekaligus modal penting dalam membangun Indonesia sebagai
negara maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera.
Terkait permasalahan yang terjadi dipicu oleh kenaikan gaji dan tunjangan DPR di tengah kesulitan ekonomi yang dialami rakyat hingga meninggalnya Affan Kurniawan usai dilindas kendaraan taktis Brimob Polri, bisa dicarikan jalan penyelesaian terbaik dengan mengedepankan prinsip keadilan.
Baca Juga: Polisi Sebut Akan Sisir Tangkap Pelaku Penjarahan Rumah Uya Kuya yang Terekam Video
"Mari kita bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan
yang tinggi," ungkapnya.
Selain itu, PP Muhammadiyah juga mengimbau para elite politik, pejabat negara, anggota legislatif, dan para pengambil kebijakan
untuk lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat dengan menerapkan perilaku santun, menjalankan hidup sederhana, dan
menunjukkan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat.
"Kami meminta para elite politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus," ungkapnya.
Selain itu, PP Muhammadiyah menegaskan sikapnya mendukung penuh langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas dan memproses hukum seadil-adilnya atas peristiwa meninggalnya almarhum Affan Kurniawan yang disebabkan oleh tindakan berlebihan dari aparat kepolisian di lapangan.
"Aparatur keamanan
hendaknya lebih mengutamakan cara dan pendekatan yang persuasif dengan dialog dan cara-
cara non-kekerasan sebagai wujud dari sikap kepolisian untuk masyarakat," ungkapnya.
Aksi demonstrasi memang semakin liar. Selain merusak fasilitas publik dan aset negara, mereka juga menjarah sejumlah rumah anggota DPR. Adapun rumah-rumah yang dijarah yaitu rumah Ahmad Sahroni, Iya Kuya, hingga Eko Patrio.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
