
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menemui massa aksi yang berasal dari aliansi Mahasiswa di halaman Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menemui massa aksi yang berasal dari aliansi Mahasiswa di halaman Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). Dalam pertemuan itu, sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan beberapa aspirasi langsung ke Asep Edi.
Salah satu yang disampaikan ialah meminta pandangan Asep Edi terkait desakan masyarakat agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya.
"Tanggapan Pak Kapolda Metro Jaya terkait permintaan masyarakat di Indonesia untuk Kapolri mundur dari Jabatannya. Itu yang pertama pak," ujar perwakilan mahasiswa.
Permintaan kedua ialah meminta agar Asep Edi menyampaikan kepada Kapolda lainnya di berbagai daerah, untuk membebaskan para demonstran yang ditangkap.
"Kalau hari ini tidak ada pembebasan, terhadap teman-teman kami, saudara-saudara kami, kita memastikan bahwasanya akan ada yang lebih besar daripada ini. Mohon ditanggapi pak," ucapnya.
Mahasiswa lainnya juga ikut menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu mahasiswa mempertanyakan alasan Polda Metro Jaya menangkap massa aksi hingga 600 orang pada aksi kemarin.
"Lebih dari 600 massa ditangkap. Jadi kami minta komitmen bapak. Kalau itu masih terulang lagi, kami minta bapak juga untuk mundur, Pak," terangnya.
Kapolda Asep Edi pun menanggapi aspirasi para Mahasiswa. Alih-alih menjawab satu persatu, ia lebih memilih dengan jawaban normatif.
"Begini rekan-rekan sekalian, apapun yang rekan-rekan sampaikan kami akan laporkan kepada pimpinan," ucapnya.
Diketahui, aksi demonstrasi di Polda Metro Jaya berlangsung sejak siang. Aksi ini digerakkan oleh aliansi BEM SI serta pelajar maupun ojek online.
Bentrokan antara massa aksi dengan aparat mulai terjadi sejak pukul 18.00 WIB. Awalnya massa aksi hanya menyalakan petasan kembang api, namun situasi memanas setelah ledakan diarahkan langsung ke gedung Polda. Bahkan, bom molotov ikut dilemparkan ke arah polisi.
Aparat sempat bertahan tanpa perlawanan. Namun serangan kian brutal sehingga polisi akhirnya mengambil langkah tegas.
Melalui pengeras suara dari Mobil Pengurai Massa (Raisa), aparat meminta agar demonstrasi berjalan tertib.
"Saya himbau ke adik-adik sekalian tidak lakukan tindakan anarkis. Tidak melempar bom molotov, batu dan petasan. Sampaikan aspirasi dengan tertib," ujar petugas kepolisian.
Namun imbauan itu tidak digubris. Massa tetap menyerang hingga aparat terpaksa menembakkan water canon. Saat massa masih bertahan, polisi kemudian melakukan serangan balik dengan gas air mata.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
