Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 01.18 WIB

Penghormatan Terhadap Affan Kurniawan yang Tewas Digilas Rantis Brimob, Logo Gojek Berubah Hitam

Logo Gojek berubah hitam. (Istimewa). - Image

Logo Gojek berubah hitam. (Istimewa).

JawaPos.com - Suasana duka menyelimuti komunitas ojek online setelah seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21), meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Kejadian ini memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan publik terhadap aparat keamanan yang dianggap represif dalam mengawal demonstrasi.

Sebagai bentuk penghormatan, Gojek mengubah logo resminya di berbagai platform menjadi hitam putih. Pantauan pada Jumat (29/8), logo bernuansa gelap itu terlihat di akun X dan Instagram resmi Gojek. Dalam unggahannya, perusahaan menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kesedihan keluarga besar Gojek & GoTo atas kepergian Mitra Driver kami, Alm. Affan Kurniawan, dalam insiden 28 Agustus 2025. Di balik setiap jaket hijau, ada keluarga, selipan doa, dan perjuangan. Affan adalah bagian dari perjalanan itu, dan kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi kami semua,” tulis Gojek.

Tragedi ini terjadi ketika Affan sedang mengantarkan pesanan makanan. Motor yang ia kendarai terlindas rantis Brimob hingga ia mengalami luka berat. Korban sempat dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. 

Jenazah Affan telah dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/9) jelang siang hari tadi.

Pihak Gojek menegaskan akan memberikan santunan dan pendampingan penuh kepada keluarga korban. Namun publik menuntut lebih: kejelasan investigasi dan pertanggungjawaban hukum atas insiden yang menelan korban jiwa ini.

Tragedi Affan bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, melainkan potret buram relasi antara aparat keamanan dan warga sipil di tengah situasi demonstrasi yang kerap ricuh. 

Netizen ramai menyerukan keadilan di media sosial dengan tagar #PolisiPembunuhRakyat yang sempat menduduki peringkat teratas trending topic.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi Polri dalam menegakkan profesionalisme sekaligus merespons tuntutan publik yang mendambakan keadilan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore