Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 10.40 WIB

Profil Brimob yang Diduga Lindas Driver Ojol hingga Tewas saat Demo 28 Agustus, Apa Bedanya dari Polisi Biasa? Ini 8 Faktanya

Mobil lapis baja milik Brimob diamuk massa usai menabrak seorang driver ojek online (ojol) hingga meninggal dunia di Tanah Abang, Jakarta Pusat,  Kamis (28/8) malam. (Istimewa) - Image

Mobil lapis baja milik Brimob diamuk massa usai menabrak seorang driver ojek online (ojol) hingga meninggal dunia di Tanah Abang, Jakarta Pusat,  Kamis (28/8) malam. (Istimewa)

JawaPos.com - Peristiwa tewasnya seorang driver ojek online (ojol) usai diduga dilindas mobil taktis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam, memicu sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya: siapa sebenarnya Brimob dan apa bedanya dengan polisi biasa?

Korps Brigade Mobil (Brimob) merupakan satuan elite Polri yang dikenal sebagai pasukan pamungkas, khusus menangani kejahatan berintensitas tinggi, termasuk kerusuhan massa. Berikut sejumlah fakta mengenai sejarah, peran, hingga struktur Brimob, dikutip dari website resmi Korps Brimob, Kamis (28/8).

1. Cikal Bakal dari Masa Pendudukan Jepang

Brimob lahir pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943–1944 dengan nama Tokubetsu Keisatsu Tai. Satuan ini dibentuk sebagai pasukan polisi cadangan yang terlatih secara militer, memiliki mobilitas tinggi, dan persenjataan lebih lengkap dibanding polisi biasa.

Anggotanya sebagian besar adalah polisi muda yang diasramakan dan mendapat pendidikan tempur langsung dari Jepang.

2. Dari Polisi Istimewa hingga Brimob

Setelah Jepang kalah dan Indonesia merdeka, satuan ini berubah menjadi Polisi Istimewa. Pada 21 Agustus 1945, Mohammad Jasin membacakan proklamasi yang menyatakan Polisi Istimewa sebagai polisi Republik Indonesia.

Selanjutnya, pada 14 November 1946, seluruh kesatuan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig). Nama itu kemudian berubah menjadi Brigade Mobil (Brimob) pada 14 November 1961 lewat keputusan Presiden Soekarno. Tanggal tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Brimob.

3. Tugas Utama: Hadapi Ancaman Berkadar Tinggi

Berbeda dengan polisi biasa yang bertugas melayani masyarakat sehari-hari, Brimob diposisikan sebagai satuan pamungkas (striking force) Polri. Tugasnya antara lain:

- Menghadapi kerusuhan massa.
- Menanggulangi kejahatan bersenjata, terorganisasi, hingga terorisme.
- Menghadapi ancaman bahan peledak, kimia, biologi, dan radioaktif.
- Melakukan operasi penyelamatan (SAR) dalam situasi bencana.
 
4. Bedanya Brimob dengan Polisi Biasa

Polisi reguler yang kita temui sehari-hari (seperti di Polsek atau Polres) berfokus pada pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, hingga penegakan hukum umum.

Sedangkan Brimob memiliki kemampuan militeristik, terlatih menggunakan senjata berat, dilatih khusus menghadapi situasi ekstrem, dan sering diterjunkan pada kondisi darurat nasional.

Dengan kata lain, bila polisi biasa menjaga situasi harian, Brimob diturunkan ketika situasi dianggap sudah berada di luar kendali.

5. Peran Brimob di Era Reformasi

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore