Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 23.21 WIB

Komdigi Pastikan Dukungan Jaringan Internet dan Digitalisasi bagi Sekolah Rakyat

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Angga Raka Prabowo. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Angga Raka Prabowo. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Program Sekolah Rakyat. Hal ini merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial.

Program ini dipandang sebagai contoh nyata integrasi antara pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dibangun berdasarkan tiga prinsip utama yang diarahkan Presiden Prabowo, yaitu memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.

“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” ujarnya saat bertemu Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (27/8).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud integrasi lintas program pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ungkapnya.

Agar pelaksanaannya optimal, Wamen Angga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur jaringan internet, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” tegasnya.

Selain itu, Komdigi juga akan memperkuat komunikasi publik melalui kanal digital agar manfaat Sekolah Rakyat dapat diketahui lebih luas.

“Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tutur Wamen Angga.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menegaskan lima bentuk dukungan digitalisasi untuk Sekolah Rakyat, mulai dari penyediaan jaringan internet, penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, pelatihan digital bagi guru Sekolah Rakyat, hingga pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program.

“Kami punya jaringan ekosistem digital, termasuk startup dan platform yang bisa dilibatkan. Jika ada kebutuhan data, Komdigi sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat,” jelas Ismail.

Dengan dukungan tersebut, Komdigi berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi sekolah alternatif bagi masyarakat miskin, tetapi juga gerakan digital inklusif yang berkontribusi pada pengentasan kemiskinan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore