
Konsultan Bazi yang juga pakar pengembangan diri dan bisnis Yorita Laksmi, Jakarta, Rabu (27/8). (Estu Suryo/JawaPos.com)
JawaPos.com – Usai demonstrasi yang berakhir ricuh di depan Gedung DPR RI Senayan, pada Senin (25/8) kemarin, sejumlah elemen masyarakat akan kembali menggelar aksi serupa pada Kamis (28/8). Kali ini dari kalangan buruh, dengan tuntutan diantaranya, penghapusan outsourcing, kenaikan upah minimum 8,5-10,5 persen pada 2026, reformasi pajak, kenaikan PTKP, revisi UU Ketenagakerjaan.
Nah, jika demo 25 Agustus kemarin, cukup chaos dan mengganggu aktivitas masyarakat baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, akan seperti apakah kondisi demo besok? Konsultan Bazi yang juga pakar pengembangan diri dan bisnis Yorita Laksmi memberikan analisisnya, dari kacamata ilmu Date Selection, atau ilmu pemilihan hari baik dalam budaya Tiongkok.
Berdasarkan ilmu metafisika Tiongkok, kata Yorita, tanggal 28 Agustus 2025 adalah waktu yang sangat baik untuk melakukan manifestasi. Atau disebut dengan Heavenly Wish Day. Tanggal 28 Agustus 2025 adalah hari yang sangat baik jika kita mempunyai keinginan untuk diwujudkan alias melakukan manifestasi.
"Sekarang apa nih yang menjadi isu untuk demo tersebut? Kalau isunya ini sudah jelas, apa yang menjadi keinginannya sudah jelas, ini mudah sekali. Semesta sangat, sangat mendukung untuk mewujudkan keinginan tersebut," kata Yorita ditemui JawaPos.com, Rabu (27/8).
Berdasarkan ilmu Date Selection, tanggal 28 Agustus 2025 juga menjadi hari yang baik untuk melakukan renovasi. Memperbaiki sebuah bangunan. Bangunan dalam konteks aksi ini, bisa berarti sistem atau kebijakan.
"Mengapa bagus untuk memperbaiki sebuah bangunan? Karena elemen tanah pada hari itu energinya Yin Earth," lanjut Yorita. Energi Yin Earth ini bisa diasosiasikan sebuah tanah yang lembek, atau sebuah tanah yang mudah dibentuk.
Bakal Kondusif atau Ricuh?
Atas dasar ini juga, Yorita memberikan wanti-wanti, baik kepada para pendemo maupun aparat yang berjaga di lapangan. "Nah, ketika tanah ini mudah dibentuk atau kalau kita melihat demo, bagaimana situasi si pendemo dan si penjaga keamanan ini. Apakah dia mudah dihasut atau tidak? Kuncinya di situ," tutur Yorita.
"Kalau si pendemo ini mudah dihasut atau mudah diprovokasi, yang terjadi adalah mudah sekali terjadi keributan," ungkap Yorita. Pastilah, lanjut Yorita, yang menjadi harapan masyarakat adalah demo tidak berakhir ricuh, tetapi aspirasi bisa tersampaikan.
Oleh karena itu, menurutnya, ada tiga kunci sukses untuk demo yang tenang. Pertama, pendemo dan aparat mempunyai kekuatan untuk menahan diri. Kedua, tahu batasan masing-masing, tahu tugas masing-masing. Ketiga, mengedepankan welas asih.
"Jadi, untuk teman-teman yang besok turun demo jangan sampai terprovokasi. Apapun yang terjadi di lapangan, teman-teman harus bisa kuat untuk menahan diri," katanya.
"Karena sebenarnya energi tanggal 28 Agustus itu adalah hari yang sangat baik untuk memanifestasikan sesuatu atau kalau di ilmu Date Selection itu Heavenly Wish Day, itu bagus banget untuk memanifestasi sesuatu. Nah, udah jelas apa yang menjadi tujuan kamu ketika demo, itu bisa tercapai dengan baik ketika teman-teman tidak terprovokasi," pungkas Yorita.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
