
Menko Pangan Zulkifli Hasan usai meninjau SPPG Wonocolo, Surabaya, Kamis (21/8/2025), memberi klarifikasi soal keracunan makanan saat program Makan Bergizi Gratis. (Istimewa)
JawaPos.com - Tujuh bulan berjalan sejak diluncurkan Januari 2025, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menuai sorotan. Terlebih dengan adanya insiden keracunan makanan di sejumlah daerah.
Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang menjadi skeptis dengan niat Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin mengatasi permasalahan gizi buruk atau stunting di Indonesia melalui program MBG.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai kasus keracunan dalam program MBG di sejumlah daerah tidak otomatis menandakan adanya kesalahan dalam mengolah makanan.
"Bukan berarti salah masak kan? Karena memang kitanya belum terbiasa ya, belum terbiasa (mengonsumsi)," ucap Zulhas saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonocolo, Surabaya, Kamis (21/8).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu lantas mencontohkan anak yang memiliki alergi setelah mengonsumsi susu di menu MBG. Karena itu, diperlukan pendataan yang jelas dan rinci agar insiden serupa tidak terulang.
"Dulu saya waktu masih kecil, dikasih susu itu saya mencret, jadi minumnya air beras. Nah khawatirnya nanti kan ada susu, kalau belum terbiasa ya bisa saja (keracunan), bukan berarti salah masak, kan?" imbuhnya.
Lebih lanjut, Zulhas menegaskan bahwa sejumlah pihak sudah dilibatkan selama proses memasak menu MBG. Ia optimistis persiapan menu program MBG sudah diawasi dengan ketat sebelum diedarkan.
"Ada ahli gizi, melibatkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), mau melibatkan pemerintah daerah, diawasi dengan ketat. Tadi saya lihat ke dalam, masuk saja kamu nggak bisa kan?" ucap Zulhas kepada awak media.
Sebelumnya, keracunan makanan setelah menyantap menu MBG terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kupang, Sukoharjo, Sragen, hingga yang terbaru di Yogyakarta. Ada ratusan siswa dari 4 SMP yang dilaporkan keracunan.
Melansir dari Radar Jogja, Jawa Pos Group, sebanyak 379 siswa dari empat sekolah, yakni SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMPN 3 Mlati, dan SMP Pamungkas, mengalami keracunan massal.
Mayoritas siswa mengalami pusing, mual, hingga diare, setelah sehari sebelumnya mengonsumsi MBG dengan menu nasi rawon. Atas insiden ini, program Makan Bergizi Gratis disekolah tersebut dihentikan sementara.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
