Ilustrasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda empat versus truk tangki. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencatat setiap satu jam ada sebanyak 3 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas jalan.
Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan menilai jumlah tersebut perlu dan penting untuk dikurangi lantaran sangat berdampak pada kemiskinan hingga masalah sosial lainnya.
"Coba bayangkan setiap 1 jam, data kita ada 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Artinya semua menyumbang dari laut menyumbang, udara menyumbang dan laut menyumbang. Tapi di kita darat itu setiap 1 jam, 3 (orang) meninggal dunia," kata Aan Suhanan dalam media briefing di Gedung Cipta Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (21/8).
"Artinya kalau yang meninggal itu seorang bapak dari anak-anak, itu ada anak-anak yang jadi yatim. Kalau ibu bapaknya meninggal dunia, akan ada anak yatim piatu itu potensial untuk terjadi kemiskinan," imbuhnya.
Aan membeberkan, sebagai langkah mitigasi pemerintah utamanya Kemenhub dalam menekan angka kecelakaan di jalan yang berdampak luas kepada kemiskinan.
Salah satunya dengan ikut memastikan bahwa kendaraan-kendaraan yang beroperasi di tanah air telah melalu uji layak jalan maupun layak teknis. Aan menyampaikan, Indonesia saat ini telah memiliki proving ground bertaraf internasional di Bekasi, Jawa Barat, di mana, setiap kendaraan yang akan dipasarkan secara massal harus lulus uji di tempat tersebut.
Proving Ground yang baru dioperasikan pada awal Agustus 2025 ini, Aan menilai telah membuat proses uji layak menjadi sangat mudah. Pasalnya, jika sebelumnya harus dikirim ke luar negeri, namun sejak 7 Agustus 2025, para perusahaan otomotif di tanah air bisa melakukan uji layak di negeri sendiri.
"Kita sudah punya proving ground bertaraf internasional. Kalau dulu, sebelum tanggal 7 ini, seluruh produsen kendaraan yang berproduksi di Indonesia, harus menguji kendaraannya ke luar negeri," ungkap Aan.
"Ada yang ke Jepang, ada yang ke Eropa, ke Vietnam, Thailand, saat ini kita sudah punya proving ground untuk menguji kendaraan yang akan diproduksi massal," imbuhnya.
Untuk diketahui, dalam proses uji layak itu nantinya kendaraan akan mudah diketahui kelayakan dan dampaknya terhadap penumpang hingga pengemudi.
Dalam prosesnya, kendaraan tersebut akan menjalani sejumlah tes sesuai dengan standar-standar. Mulai dari tes kecelakaan, tes seat belt, hingg uji emisi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
