
Menkeu Sri Mulyani dalam kunjungan ke Yonif TP 843/PYV untuk meninjau salah satu dari 100 batalyon baru yang dibangun oleh pemerintah. (Kemhan)
JawaPos.com - Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) yang bermarkas di Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) mendapat kunjungan dari 4 menteri sekaligus pada Rabu (20/8).
Salah satunya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Usai mengunjungi salah satu dari 100 batalyon baru tersebut, Menkeu buka suara mengenai pembangunan batalyon.
Menurut Sri Mulyani, Yonif TP 843/PYV merupakan prototipe dari ratusan batalyon baru yang sudah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Secara keseluruhan, pemerintah berniat membangun 500 batalyon serupa dalam waktu 5 tahun.
Khusus tahun ini, 100 batalyon dibangun di berbagai daerah. Salah satu tujuannya mendukung program swasembada pangan.
”Hari ini saya bersama pak menteri kesehatan dan menteri pertanian yang diundang oleh pak menteri pertahanan untuk melihat satu prototipe dari pengembangan batalyon yang oleh bapak presiden dan ditetapkan akan dibangun 100 tahun 2025 ini,” ungkap dia saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Sri Mulyani melihat secara langsung kebermanfaatan pembangunan batalyon yang menggunakan aset negara tersebut.
Total ada 43 hektare lahan yang digunakan untuk mendirikan batalyon itu. Terdiri atas fasilitas markas, perumahan prajurit, dan fasilitas lain yang menunjang fungsi batalyon.
”Untuk pelatihan, kesiapan dari pertahanan, keamanan, dan juga memanfaatkan lahan sebesar 43 hektare, kalau tidak salah dibuka tadi, untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, peternakan, dan juga kegiatan ekonomi yang lain,” jelasnya.
Sebagai bendahara negara, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pembangunan 100 batalyon baru diharapkan tidak hanya memberikan keyakinan dan kepercayaan diri dari para prajurit sebagai benteng pertahanan negara.
Melainkan juga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian di sekitar batalyon tersebut.
”Karena kegiatannya adalah memanfaatkan aset negara, kemudian menghidupkannya, menciptakan nilai tambah, dan tentu ini juga akan memberikan suatu kesan disiplin dan persatuan antara tentara dengan masyarakat dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
