Ilustrasi Sumbangan Danantara untuk Negara. Danantara diminta setor pemasukan Rp 808 triliun ke negara. (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk menyumbang pemasukan senilai Rp 808 triliun ke negara. Agar APBN tanpa defisit bisa benar-benar bisa diwujudkan.
Merespons hal ini, Ekonom sekaligus Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono menilai bahwa sulit untuk dilakukan jika Danantara harus setor dengan nominal mencapai Rp 800 triliun ke negara.
Ia justru mempertanyakan soal kemampuan Danantara. Terlebih, kata dia, sebagian besar dana yang dikelola Danantara adalah Dana Pihak Ketiga (DPK).
"Tadinya kita pikir Danantara ini akan menjadi sumber investasi saja. Tapi ternyata tahun 2029 juga ditargetkan menyumbang karena ROA-nya diasumsikan capai 5 persen dari aset yang USD 1.000 miliar, atau sekitar 5 persen. Dan ini kalau di Indonesia kan ini setara Rp 700-Rp 800 triliun," kata Riandy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/8).
Ia mengatakan, sebetulnya pemerintah Indonesia tak perlu muluk-muluk untuk menargetkan APBN tanpa defisit. Menurut dia, ada hal penting yang harus dilakukan, yakni pengelolaan defisit yang harus tetap dijaga.
Untuk diketahui, defisit APBN setiap tahunnya biasa ditetapkan harus berada di bawah 3 persen. Tahun ini, pemerintah menargetkan defisit berada pada rentang 2,78 persen.
"Enggak perlu kita hidup tanpa utang. Asalkan pengelolaan utangnya masih sustainable atau berhati-hati. Kalau kita paksa Danantara untuk mengucurkan uang sampai Rp 700 triliun, memang bisa? Aset Danantara itu kebanyakan DPK. Kedua, tidak semuanya aset produktif," bebernya.
Riandy mengungkapkan, daripada Danantara harus menyumbang dana ke negara. Seharusnya, kehadiran badan investasi ini bisa menjadi investor pada market failure atau kegagalan pasar yang hanya bisa dimasuki oleh pemerintah.
"Sebaiknya Danantara fokus mendorong sektor baru yang banyak market failure, khususnya sektor yang hanya bisa dimasuki oleh Pemerintah," pungkasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
