Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Agustus 2025 | 02.21 WIB

76 Pelajar dari 38 Provinsi Resmi Dikukuhkan Jadi Paskibraka 2025, Besok Kibarkan Merah Putih di Istana Negara

Ilustrasi Paskibraka. (Youtube) - Image

Ilustrasi Paskibraka. (Youtube)

JawaPos.com – 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025, Sabtu (16/8). Pengukuhan dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, di Istana Negara, Jakarta. 

Dalam upacara tersebut, Prasetyo bertindak sebagai pembina upacara. Sementara Rhita Lovely Chantika Febiolla Ayomi dari Provinsi Papua Barat bertindak selaku pemimpin upacara. Rhita yang merupakan siswi SMAN 1 Manokwari juga memegang bendera Merah Putih saat pengucapan ikrar Putra Indonesia yang dipimpin oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.

“Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan ini saya kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat Tahun 2025 yang akan bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus, tahun 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara,” ucap Pras.

Sebagai tanda pengukuhan, pembina upacara menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan kendit kepada pemimpin upacara. Seluruh anggota Paskibraka tersebut akan bertugas pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada hari ini (17/8) di Istana Merdeka. 

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, yang turut hadir dalam acara itu. Dia menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, melainkan simbol generasi muda yang dididik untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. “Memang karena saya menjadi pengawasnya dari dulu, karena saya pernah juga ikut Paskibraka tahun 1963. Jadi saya tahu cara didiknya,” kata Mega. 

Dia menambahkan, pembinaan Paskibraka tidak berhenti pada tugas pengibaran bendera semata. Setelah bertugas, mereka berkesempatan dibina lebih lanjut. “Dengan seperti itu nantinya mereka akan menjadi yang namanya purna paskibraka, akan ditesting lagi. Karena setelah itu akan masuk yang saya telah buat yaitu tempat namanya duta Pancasila,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan Duta Pancasila penting untuk memastikan generasi muda tetap menghayati nilai dasar negara. “Karena banyak sekali sekarang orang yang tidak mengetahui sejarah yang namanya Republik Indonesia,” ungkapnya.

Paskibraka dari Papua Pegunungan Fransiscus Xaverius Pahabol Hisage mengaku senang dengan kesempatan ini. “Dulu hanya bisa lihat dari televisi tapi sekarang bisa lihat di depan muka langsung,” katanya. Dia mengatakan proses seleksi dilakukannya dari tingkat kabupaten. Salah satu tantangannya adalah persiapan fisik.

Sementara itu Paskibraka dari Papua Tengah Stince Clara sempat ragu lolos sampai tingkat nasional. Namun akhirnya dia dapat berlatih bersama perwakilan dari berbagai provinsi. “Kita harus memahami satu sama lain. Fokus ke diri sendiri tapi juga harus ke tim,” ujarnya. Dia akui cukup gugup untuk tugas hari ini.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore