
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan seiring peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.
JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan seiring peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Masyarakat diminta waspada atas potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.
Imbauan ini disampaikan Pratikno menyoroti banjir di Kecamatan Bojongsari, Depok, yang terjadi pada 10 Agustus 2025. Hujan deras yang melanda Jabodetabek membuat wilayah tersebut dilanda banjir dan berdampak pada 1.580 jiwa dan 480 rumah. Saat ini, meski air telah surut, namun upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Seperti, rencana pembuatan tanggul sementara, pembenahan sistem drainase, hingga pengecekan kondisi tanggul Kali Angke.
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BMKG dan BNPB,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/8).
Pratik juga mendorong pemerintah daerah dan kementerian/lembagamengambil untuk langkah antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diminta untuk memastikan kesiapan daerah rawan banjir dan fasilitas evakuasi. Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ditugaskan menjaga kelancaran saluran air serta kekuatan tanggul.
Kemudian, ia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengoordinasikan kesiapan anggaran penanggulangan bencana dengan pemda. Sementara, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan logistik dan layanan psikososial, serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengantisipasi potensi wabah penyakit pasca-banjir.
“Sebagai tindak lanjut, Kemenko PMK tengah menginisiasi penyusunan Instruksi Presiden tentang Percepatan Pengurangan Risiko Bencana Banjir di Jabodetabekpunjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjut, red),” jelasnya. Inpres ini akan menjadi pedoman aksi terpadu lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan pendekatan hulu, tengah, dan hilir.
Selain itu, lanjut dia, Kemenko PMK juga menyiapkan peta jalan dan pembentukan kelembagaan aksi merespons peringatan dini. Hal ini sebagai upaya mengurangi kerugian ekonomi akibat bendana dan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana secara berkelanjutan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
