
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tandyo Budi Revita menetapkan 500 Komcad di Kodam VI/Mulawarman. (Dispenad)
JawaPos.com - Wakil Panglima TNI kembali muncul setelah 25 tahun organisasi militer Indonesia tidak memiliki figur tersebut. Besok (10/8), Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik secara langsung wakil panglima TNI. Nama yang muncul dalam jadwal pelantikan tersebut adalah Letjen TNI Tandyo Budi Revita.
Tandyo Budi adalah seorang jenderal bintang tiga TNI AD yang saat ini menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Dia adalah perwira tinggi (pati) Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991, satu angkatan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Kemunculan jabatan wakil panglima TNI memang sudah diatur sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2019. Perpres itu ditandatangani oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo. Namun, baru tahun ini jabatan tersebut benar-benar diisi.
”Saya melihat pelantikan wakil panglima TNI sebagai langkah yang bisa mengarah pada optimalisasi kinerja, asalkan dijalankan dengan desain tugas yang tegas dan tidak tumpang tindih,” ungkap pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi saat diwawancarai pada Sabtu (9/8).
Meski sempat khawatir jabatan itu hanya menjadi tambahan dalam lapisan birokrasi TNI, namun Fahmi menyatakan bahwa dalam konteks transformasi pertahanan dengan arah menuju interoperabilitas matra, komando gabungan permanen, dan reorganisasi kekuatan tempur, kebutuhan wakil panglima TNI menjadi lebih rasional.
”Tentu harus didukung oleh kejelasan mandat, koordinasi yang efisien, serta konsistensi arah dengan kebijakan strategis negara. Tanpa itu semua, jabatan (wakil panglima TNI) ini hanya akan menjadi beban tambahan,” ujarnya.
Untuk itu, TNI harus memastikan wakil panglima TNI dapat memperkuat efektivitas kendali panglima TNI dan mempercepat konsolidasi reformasi internal. Dia tidak ingin jabatan tersebut tidak optimal seperti sebelumnya. Terakhir pengisi jabatan tersebut adalah Jenderal TNI (Purn) Fachrul Rozi yang bertugas pada 1999-2000.
”Dulu jabatan itu memang pernah ada, tapi tidak berjalan optimal karena fungsinya tidak cukup jelas. Kini, dalam situasi yang berbeda, saat TNI sedang bertransformasi besar, baik dari sisi organisasi, strategi, maupun postur kekuatan, posisi wakil panglima bisa mengambil peran signifikan,” ujarnya.
Seperti panglima TNI, wakil panglima TNI juga berpangkat jenderal bintang empat. Dengan pangkat tersebut, Fahmi menilai wakil panglima TNI idealnya bisa bertindak sebagai pendamping strategis panglima TNI, termasuk dalam hal pengawasan terhadap pelaksanaan agenda reformasi dan keterlibatan pada forum lintas sektoral.
”Tapi, kembali lagi, jabatan itu tidak boleh hanya simbolik. Efektivitasnya sangat ditentukan oleh desain kelembagaan dan kejelasan fungsi,” tandasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
