
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8) . (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8) sekira pukul 18.29 WIB.
Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan duka mendalam atas kepergian Fajar. Di mata sang Panglima, Fajar bukan sekadar rekan seangkatan, tetapi juga sosok penuh keteladanan dan keramahan.
Agus mengenang momen kebersamaannya dengan Fajar saat menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI tahun 2014-2015. Menurutnya, Fajar adalah pribadi yang selalu menebar senyum.
"Kita sekolah bareng waktu Sesko TNI (Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia), 2014-2015, mudah-mudahan amal baik beliau diterima oleh Allah Swt dan diterima di sisi-Nya," ujar Panglima TNI Agus.
Saat ditanya seperti apa sosok Fajar di matanya, Agus memberikan jawaban singkat namun penuh makna.
"Beliau itu senyum terus. Ada masalah senyum, selalu senyum. Mudah-mudahan terbaik untuk beliau," katanya.
Dikenang sebagai Mentor dan Sahabat
Sebelumnya, mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna juga mengenang almarhum sebagai sosok inspiratif. Nanan menyebut Fajar sebagai mentor sekaligus sahabat dekatnya dalam dunia penerbangan olahraga.
“Beliau adalah instruktur kami di penerbang sport, dan beliau yang selalu menyemangati kami para penerbang sport untuk bersama-sama mengglorifikasikan nautika," ujarnya.
Menurut Nanan, semangat dan dedikasi Fajar dalam mengembangkan olahraga dirgantara tak pernah luntur. Bahkan, seminggu sebelum wafat, Fajar sempat mengajak Nanan terbang bersama di Bandung.
Kronologi Jatuhnya Pesawat FASI Yang Dikemudikan Fajar
Insiden tragis yang merenggut nyawa Marsma Fajar terjadi Minggu (3/8) di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor. Pesawat Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 yang dikemudikan Fajar jatuh saat latihan rutin.
Pesawat milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB. Namun sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat hilang kontak dan ditemukan jatuh di dekat TPU Astana, Desa Benteng.
“Namun, Marsma TNI Fajar Adriyanto dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” kata Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.
Pesawat dinyatakan laik terbang dan mengantongi izin resmi dari Lanud Atang Sendjaja. Saat itu, Fajar bertugas sebagai pilot bersama co-pilot Roni.
Red Wolf yang Jaga Langit Indonesia
Marsma Fajar Adrianto bukan sosok biasa di TNI AU. Lulusan AAU 1992 ini dikenal sebagai penerbang tempur F-16 dengan call sign “Red Wolf”. Ia pernah menorehkan sejarah dalam dunia pertahanan Indonesia.
Salah satu momen ikoniknya adalah saat terlibat dalam intersepsi terhadap dua jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Laut AS di atas langit Bawean tahun 2003.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
