Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 02.26 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Usulkan Tambah Kapal di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap: Justru Perlu Dermaga Baru

Antrean panjang di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi imbas terbatasnya kapal yang beroperasi pasca Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Radar Banyuwangi)

 

JawaPos.com – Usulan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menambah jumlah kapal penyeberangan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, mendapat tanggapan berbeda dari kalangan pelaku usaha transportasi air.

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menilai, solusi yang lebih tepat justru bukan pada penambahan kapal, melainkan pada penambahan fasilitas dermaga.

Ketua Bidang Tarif dan Usaha Gapasdap, Rahmatika menegaskan bahwa akar persoalan terletak pada minimnya jumlah dermaga, bukan kurangnya kapal. Bahkan, saat ini jumlah kapal berlebih.

Ia menjelaskan, dari total 56 kapal yang tersedia, saat ini hanya 28 kapal ataiu separonya yang bisa beroperasi. Penyebabnya adalah keterbatasan fasilitas sandar di pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun Gilimanuk, Jembrana, Bali.

“Menambah kapal tidak serta-merta menambah kapasitas angkut. Justru menambah antrean kapal karena tidak ada dermaga yang cukup,” ujar Rahmatika, Senin (28/7).

Antrean Kendaraan ke Pelabuhan Sempat Mengular

Sebelumnya, terjadi kemacetan panjang akibat dihentikannya operasional 15 kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) oleh Kementerian Perhubungan.

Selama sekitar lima hari, antrean kendaraan—terutama truk—mengular hingga 40 kilometer dan memicu protes masyarakat yang viral di media sosial. Kini, seluruh kapal LCT telah kembali beroperasi dan kemacetan telah terurai.

Menanggapi situasi itu, Gubernur Khofifah meminta pemerintah pusat menambah jumlah kapal di lintasan tersebut. Namun, Gapasdap menilai langkah itu tidak menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Yang perlu ditambah justru dermaganya. Minimal dua pasang, maksimal lima pasang dermaga baru. Agar kapal-kapal yang selama ini menganggur bisa beroperasi. Kalau ada tiga pasang saja, sudah cukup untuk mengaktifkan 12 kapal lagi,” paparnya.

Rahmatika juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Ngapain tambah kapal kalau tidak bisa dipakai? Dengan menambah dermaga, kita tidak hanya mengurai antrean tapi juga mengantisipasi peningkatan kendaraan saat jalan tol Probowangi dibuka nanti,” tegasnya.

Ia menyarankan Dinas Perhubungan Jatim untuk mengecek langsung ke lapangan. Tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.

“Sekarang antrean sudah nol. Kepala dinas harus turun sendiri melihat kondisi riil, jangan hanya terpengaruh berita viral yang belum tentu sesuai fakta,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore