Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 13.09 WIB

447 Perwira Polri Muda Dilantik, Komisi III DPR Ingatkan Regenerasi Harus Jadi Simbol Integritas

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 2.000 Capaja menjadi perwira TNI dan Polri dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/7). (Setpres) - Image

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 2.000 Capaja menjadi perwira TNI dan Polri dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/7). (Setpres)

JawaPos.com-Pelantikan 447 perwira muda lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) dalam Upacara Prasetya Perwira 2025 menjadi sorotan Komisi III DPR RI.

Anggota Komisi III DPR RI Sarifudin Sudding menekankan regenerasi di tubuh Polri harus menjadi simbol integritas, dedikasi, dan keberpihakan terhadap rakyat. Perwira Polri yang baru dilantik akan menjadi wajah negara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Mereka bukan sekadar aparat penegak hukum, tetapi penjaga keadilan sipil dan representasi langsung dari negara yang melayani," kata Sudding kepada wartawan, Rabu (23/7).

Presiden Prabowo Subianto melantik 2.000 calon perwira remaja (Capaja) yang terdiri dari 827 Capaja Akademi Militer (Akmil), 433 Capaja Akademi Angkatan Laut (AAL), 293 Capaja Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 447 Capaja dari Akpol.

Sudding menyambut baik pesan Prabowo untuk menjunjung tinggi Tribrata dan Catur Prasetya. Dia menilai, pada era modern saat ini, Polri dituntut tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan publik. 

“Jangan anggap remeh interaksi sehari-hari di lapangan. Jaga etika, dan bersikap adil pada sipil. Karena integritas dibarengi dengan sikap rendah hati akan memperkuat legitimasi institusi,” tutur Sarifudin Sudding.

Legislator PAN itu memperingatkan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum perwira dapat mencoreng institusi secara keseluruhan. 

"Jika kewenangan disalahgunakan, maka yang rusak bukan hanya reputasi pribadi, melainkan juga kepercayaan terhadap institusi Polri secara keseluruhan," tambah Sarifudin Sudding.

Lebih lanjut, Sudding menyoroti pentingnya netralitas Polri dalam dinamika sosial-politik. Dia mengingatkan, menjelang tahun-tahun politik, Polri harus berdiri sebagai penjaga demokrasi, bukan sebagai pemain politik. 

"Keterlibatan aparat dalam kontestasi politik akan mencederai demokrasi dan memperlemah kepercayaan rakyat," tandas Sarifudin Sudding.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore