Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 20.32 WIB

Diduga Kena Love Scamming Bule Pakistan, Imigrasi Jaksel Tolak Terbitkan Paspor untuk Perempuan Ini, Videonya Viral di Medsos

Petugas Imigrasi Jakarta Selatan mewawancarai perempuan yang diduga calon korban love scamming WN Pakistan. (Instagram @kanimjaksel) - Image

Petugas Imigrasi Jakarta Selatan mewawancarai perempuan yang diduga calon korban love scamming WN Pakistan. (Instagram @kanimjaksel)

JawaPos.com – Seorang perempuan nyaris menjadi korban penipuan berkedok cinta lintas negara alias love scamming.

Kejadian ini jadi sorotan publik usai akun resmi Instagram Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan (@kanimjaksel) mengunggah video pemeriksaan yang menyita perhatian.

Dalam video tersebut, terlihat petugas menggali lebih dalam alasan si pemohon hendak membuat paspor.

Perempuan tersebut mengaku ingin pergi ke Pakistan untuk menemui kekasihnya yang belum pernah ia jumpai secara langsung. Mereka hanya berkenalan lewat Facebook, berkomunikasi via chat dan sesekali video call.

Ia bahkan mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp 5 juta kepada sang pacar untuk membeli tiket keberangkatannya. Namun, yang mencurigakan adalah sang pacar melarangnya memberi tahu orang tua si perempuan mengenai rencana ini.

“Kamu percaya sama pacar kamu? Tapi belum pernah ketemu ya?" tanya petugas.

"Makanya saya mau nyamperin ke Pakistan, Pak,” jawab si perempuan. 

Petugas imigrasi pun dengan sigap mencium adanya kejanggalan dan potensi penipuan. Mereka menjelaskan bahwa kasus seperti ini sering kali berujung pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau penyelundupan manusia (TPPM).

Karena itu, demi melindungi keselamatan WNI, permohonan paspor perempuan tersebut ditolak.

“Bagi yang penasaran dengan ending-nya, dengan terpaksa dan berat hati, kami menolak permohonan paspornya. Karena ditemukan indikasi kuat bahwa kakak ini menjadi korban love scamming. Keselamatan WNI adalah prioritas kami,” tulis @kanimjaksel dalam keterangannya.

Unggahan ini menuai banyak respons dari warganet. Sebagian besar mendukung langkah tegas Imigrasi Jaksel dan menyayangkan masih banyak masyarakat yang mudah terjerat modus asmara daring.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menjalin hubungan secara online, apalagi jika disertai permintaan uang dan ajakan bepergian ke luar negeri tanpa kejelasan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore