Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 15.23 WIB

Hari Ketiga Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali, Tim SAR Akan Menyelam ke Dalam Laut, Kedalaman 40-50 Meter

Pencarian hari ketiga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. (Basarnas Surabaya) - Image

Pencarian hari ketiga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. (Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu (5/7), Tim SAR gabungan terus berjuang untuk menemukan korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.

Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Kamis dini hari (3/7).

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Berdasarkan data manifes, saat peristiwa nahas itu terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang. Dengan rincian 53 penumpang, dan 12 kru kapal.

Pada hari pertama pencarian, Tim SAR berhasil mengevakuasi 36 orang, dengan rincian 30 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sementara pada hari kedua, hasil operasi pencarian nihil.

Operasi pencarian pun dilanjutkan hari ini. Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan pencarian hari ketiga akan dilakukan hingga dasar laut. 

"Hasil diskusi kami dengan OSC (On Scene Coordinator) SAR Ketapang dan Lanal menganalisa peta laut yang beliau bawa, (kemudian) mulai mempelajari kedalaman lautnya berkisar 40 - 50 meter," tutur Eko.

Karena itu, sebelum melakukan operasi penyelaman, Tim SAR Gabungan akan melakukan sejumlah persiapan, termasuk sarana dan prasarana, serta kesiapan manpower atau sumber daya manusia.

"Sebelum manpower menuju pelaksanaan (operasi penyelaman), kita lengkapi prosedur requirement (persyaratan) terhadap personil tersebut. Ready for dive (siap untuk menyelam) atau tidak," jelasnya.

Eko mengatakan bahwa Kantor Distrik Navigasi sudah menyiapkan alat untuk mencari titik koordinat kapal. Dalam operasi penyelaman hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan juga melibatkan TNI AL. 

"Semalam kami telah me-request peralatan tersebut untuk hadir di sini. Setelah hadir kita akan melakukan pendalaman dengan tim yang ada baik KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," terang Eko.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keterbatasan jarak pandang menjadi salah satu kendala pada pencarian hari kedua. Berdasarkan data BMKG, terjadi penurunan visibility, yang semula 10 kilometer menjadi 3 kilometer.

"Kemudian tinggi gelombang yang rata-rata 0,5 sampai 1,2 sekarang 2 sampai 2,5 (meter). Dan hal ini terdokumentasi bagi unsur-unsur laut yang ada di lapangan tadi, di tambah pergerakan arus pasang surut," puungkas Eko.

Dengan demikian, dari data manifest dan jumlah korban yang dievakuasi pada pencarian hari pertama, maka masih ada 29 korban yang hingga kini keberadaannya masih menjadi teka-teki.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore